
Sejumlah siswa SDS Bina Pusaka, Koja, Jakarta Utara mengambil paket menu makan siang yang disiapkan pemerintah lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) /(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Suasana pagi di SDS Bina Pusaka, Koja, Jakarta Utara, selalu riuh dengan langkah kecil para siswa. Sejak 21 Juli 2025, ada rutinitas baru yang membuat sekolah ini semakin hidup: anak-anak tidak lagi terburu-buru sarapan dari rumah.
Mereka kini menikmati sarapan bergizi bersama di sekolah, lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Menurut Kepala SDS Bina Pusaka, Heni Damayanti, dampak program MBG sangat terasa bagi siswa siswinya. Selain bisa menghemat uang jajan, siswa siswinya juga teredukasi dengan sajian menu bergizi yang didapat.
“Yang tadinya tidak biasa makan sayur dengan adanya MBG jadi suka makan sayur, yang tadinya kurang makan buah jadi suka makan buah,” tutur Heni kepada Jawapos.com, Rabu (1/10).
Jumlah penerima MBG di sekolah ini tidak sedikit. Sebanyak 270 siswa terdata sebagai penerima manfaat. Mereka kebanyakan siswa dari kalangan keluarga kurang mampu. “Sangat terbantu ya,” ujar Heni.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Koja 1, Muhamad Zainal Abidin, memastikan distribusi MBG dijaga ketat hingga ke penerima manfaat. Hal itu sesuai prosedural yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Seperti mengenai adanya sistem pengantaran makanan yang tidak boleh melewati golden time, yaitu selama 4 jam. Lalu juga kita menjaga kualitas bahan makanan dengan menggunakan 2 kali metode pemasakan untuk sekolah siang,” ujarnya.
SPPG Koja 1 sendiri kini mendistribusikan ke 10 sekolah, termasuk SDS Bina Pusaka, dengan total 3.448 porsi. “Dengan adanya standar penyajian yang tepat, kita bisa meminimalisir potensi-potensi yang tidak kita inginkan di lapangan,” tambah Zainal.
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
