Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Oktober 2025, 14.44 WIB

Kemenhut Klaim Karhutla Terendah Tahun Ini, Bersiap Hadapi Potensi Kemarau Dini

Menhut Raja Juli Antoni (tengah) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kanan) dan  Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita. - Image

Menhut Raja Juli Antoni (tengah) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kanan) dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita.

JawaPos.com - Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahu ini diklaim menunjukkan capaian signifikan. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan, luasan Karhutla secara nasional menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut beliau dalam 10 tahun terakhir, menggunakan baseline dari tahun 2015 luas karhutla berhasil ditekan dari 2,6 juta hektare, saat ini tahun 2025 menjadi hanya 213 ribu hektare.

"Ini bukan hanya capaian angka, tetapi hasil kerja keras lintas lembaga, dukungan masyarakat, dan sistem deteksi dini yang semakin efektif,” ujar Menhut Raja Antoni dalam Ekspose Pengendalian Karhutla Tahun 2025 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, (13/10).

Dia merinci, Karhutla di kawasan hutan selama 10 tahun menurun dari 1,7 juta hektare atau enam puluh enam persen pada 2015 menjadi 108 ribu hektare atau lima puluh satu persen (2025).

Dalam periode yang sama, kebakaran gambut juga berhasil ditekan signifikan dari 891.275 hektare (2015) menjadi 24.212 hektare (2025).

Berdasarkan data Satelit NASA dengan confident level tinggi delapan puluh persen, titik panas periode 1 Januari–26 September 2025 tercatat 2.248 titik. Jumlah ini turun 23,90 persen dari 2024 yang mencapai 2.954 titik atau berkurang 706 titik.

Raja Antoni menegaskan, capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat.

“Kami juga memastikan penegakan hukum berjalan tegas. Tidak ada kompromi terhadap pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi,” tegasnya.

Raja Antoni juga menekankan peran Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin langsung upaya pengendalian Karhutla.

“Sekali lagi ini adalah pertama, kepemimpinan Pak Presiden Prabowo yang sangat decisive, kepedulian beliau yang sangat tinggi terhadap karhutlah,” ucapnya.

Dia menambahkan, Presiden dua kali memimpin rapat terbatas, bahkan menanyakan secara rinci kesiapan pesawat water bombing dan operasi modifikasi cuaca.

“Atas nama Menteri Kehutanan kepada BNPB, BMKG, termasuk kepada pemerintah daerah, Bapak Gubernur, Bapak Bupati, kepada Kapolda, kepada Pangdam, dan tentu kepada pasukan di lapangan, kepada Manggala Agni, masyarakat peduli api, pasukan BNPB di bawah, TNI Polri yang luar biasa. Sampai ada jatuh korban Innalilahi di Riau kemarin,” tuturnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan, efektivitas penanganan Karhutla tahun ini terlihat dari minimnya penggunaan peralatan pemadaman.

“Dari BNPB pengerahan sumber daya tahun ini relatif lebih sedikit ya. Kami mengerahkan heli patroli tahun ini hanya 12, kemudian heli waterbombingnya hanya 18. Dibandingkan tahun 2024-2023 itu di atas 40 heli waterbombing dan heli patroli,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, modifikasi cuaca dan upaya pengendalian Karhutla memberikan dampak ekonomi signifikan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore