
Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kanan) bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Jakarta (7/10)
JawaPos – Pemerintah bergerak cepat pasca musibah runtuhnya bangunan pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo yang menelan puluhan korban jiwa. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyatakan, pemerintah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Audit Bangunan Pesantren untuk memeriksa kelayakan struktur pesantren di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin usai bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa siang (7/10).
Muhaimin mengatakan, audit akan dilakukan dengan merujuk pada data pemerintah daerah, sampling ke lapangan, hingga data aduan dari masyarakat.
Kementerian PU akan membuka hotline pengaduan khusus. “Jadi tolong disampaikan kepada masyarakat, pesantren-pesantren yang merasa rawan, konsultasi saja dengan hotline,” ujarnya ditemui usai rapat.
Secara tegas, Muhaimin juga meminta agar pesantren-pesantren yang tengah melakukan proses pembangunan namun tanpa izin agar menghentikan kegiatannya tersebut. Tak hanya itu, pesantren juga diminta memperbaiki izinnya. Semua pesantren harus memiliki persetujuan bangunan gedung (PBG).
Ia memaklumi jika ada pesantren yang mungkin belum memperbarui PBG atau bahkan memiliki. Pasalnya, dia menyebut, pesantren di Indonesia rata-rata berusia 100 tahun lebih.
Namun, tak lantas membenarkan hal tersebut. Saat ini, mereka diwajibkan untuk memperbaruhi dan mengkonsultasikan bangunannya pada Kementerian PU melalui Dinas PU setempat.
“Nah ini harus diperbarui semua pesantren, bangunan sekecil apapun harus ada PBG,” tuturnya.
Dia memastikan, dalam proses perbaikan ini, Kementerian PU akan menggratiskan semua biaya perizinan.
Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, menekankan, bahwa audit ini guna mengantisipasi agar kejadian di ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo tidak terulang kembali. Oleh sebab itu, dia mengimbau agar para kiai maupun para tokoh pesantren untuk mau bekerja sama.
“Cukup satu kali ini saja. Jangan pernah ada lagi peristiwa musibah yang mengharukan dan mengerikan (seperti di Al-Khoziny, red). Cukup. Cukup sekali ini. Mari kita bahu-membahu bekerjasama pemerintah,” tegasnya.
Sambil proses audit berjalan, pemerintah juga akan mencoba mencarikan anggaran untuk membantu proses revitalisasi ini. Meski belum dipastikan ketersediaan anggaran dan besarannya, ia memastikan pemerintah akan membantu.
“Tapi tentu pemerintah seadanya dulu, belum bisa semuanya. Semampu anggaran yang kita miliki, terutama untuk yang rawan-rawan kecelakaan itu,” papar menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PKB tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, proses audit akan difokuskan pada 9 provinsi. Khususnya, dengan jumlah pondok pesantren yang cukup banyak. Seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera Selatan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
