
Analis Geopolitik dan Hubungan Internasional dari Institut Peradaban, Dian Wirengjurit, dalam diskusi publik bertajuk
JawaPos.com - Analis Geopolitik dan Hubungan Internasional dari Institut Peradaban, Dian Wirengjurit, menilai insiden temuan zat radioaktif di Cikande, Serang, Banten, merupakan bentuk kelalaian dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Pernyataan itu disampaikam dalam diskusi publik bertajuk 'Perang Dunia - Nuklir dan Masa Depan Peradaban' di Perpusnas, Jakarta, Senin (6/10).
Menurutnya, temuan zat berbahaya seperti cesium seharusnya tidak terjadi apabila mekanisme pengawasan dan penyimpanan bahan radioaktif dijalankan dengan benar oleh pihak terkait.
“Masalahnya benda itu benda yang mempunyai kemungkinan mengeluarkan radiasi. Kalau uranium jelas, tapi kalau benda lain yang sampai kecil apa pun tidak akan mempunyai radiasinya,” kata Dian saat memberikan pemaparan.
Ia menegaskan, radiasi yang berasal dari cesium 137 tidak seberbahaya uranium, namun tetap membutuhkan penanganan profesional agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Menurut Dian, temuan zat cesium di wilayah industri seperti Cikande bisa jadi berasal dari bahan atau alat yang dibuang tanpa prosedur aman.
“Makanya di sini, radiasinya itu kalau ada tidak sebahaya uranium. Cesium itu tidak seberbahaya, jauh di bawah uranium,” jelasnya.
Ia menduga ada unsur kelalaian dalam pengelolaan limbah atau sisa material industri yang mengandung radioaktif.
Dian menambahkan, dampak radiasi terhadap makhluk hidup perlu diukur secara proporsional. Ia menyebut, isu mengenai udang yang terpapar radiasi dan kemudian berdampak pada ekspor tidak perlu dibesar-besarkan.
“Kalau ada kebanyakan orang yang radiasinya kena ke udang, apalagi juga kena ke manusia, kalau saya itu tidak profesional, tapi bahayanya saya yakin teman-teman BRIN nanti bisa cerita lainnya,” paparnya.
Menurutnya, kasus ekspor udang yang ditolak bukan hal baru. Ia berpendapat, persoalan ekspor tersebut lebih disebabkan oleh lemahnya pengawasan mutu produk ekspor Indonesia daripada isu radioaktif semata.
“Kalau cuma radiasi ke udang, sehingga udang kita dikeluarkan ke Amerika itu bukan yang pertama. Kita itu kandungan magnesiumnya terjadi dikeluarkan, udang kita dikeluarkan oleh Eropa,” tegas Dian.
Lebih lanjut, mantan Duta Besar RI untuk Iran itu menekankan, kejadian di Cikande menjadi refleksi bahwa Indonesia masih perlu memperkuat kesiapan dalam pengelolaan bahan-bahan berisiko tinggi.
Ia berharap pemerintah dapat menjadikan insiden ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki sistem pengawasan bahan kimia dan radioaktif di sektor industri.
“Mudah-mudahan jangan terlalu cemas lah, saya yakin ahli nuklir kita banyak,” pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
