Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 03.45 WIB

Stop Lepas Ikan Invasif ke Danau, Seperti Nila dan Mas

Danau Toba bakal makin dikenal dunia karena penerbangan internasional siap dilakukan di Bandara Silangit - Image

Danau Toba bakal makin dikenal dunia karena penerbangan internasional siap dilakukan di Bandara Silangit

JawaPos.com -  Menyambut peringatan Hari Danau Sedunia 2025, Menteri Lingkungan Hidup (Men-LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkap informasi memprihatinkan. Yaitu upaya perbaikan 15 danau prioritas belum optimal.

Secara khusus dia menyoroti keberadaan ikan invasif di sejumlah danau. Hanif mengatakan keberadaan ikan invasif itu mengancam ikan endemik.

Padahal keberadaan ikan endemik terus penting untuk menjaga ekosistem danau. Contoh serbuan ikan invasif yang belakangan ramai adalah ikan Red Devil (Amphilophus citrinellus) di Danau Toba.

"Ada yang ceroboh melepas ikan invasif di danau. Alih-alih melindungi ekologi, padahal itu berbahaya," katanya di sela Rapat Koordinasi Nasional evaluasi capaian 15 danau prioritas nasional di Jakarta (1/10). Dia menyebutkan ikan invasif yang mengancam ekosistem di danau adalah nila dan ikan mas.

Dia menjelaskan ikan invasif tersebut memakan ikan-ikan asli danau tersebut. Sejumlah ikan asli danau yang populasinya menurun adalah ikan wader. Hanif berharap semua pihak untuk tidak lagi melepas ikan invasif di danau.

Selain itu Hanif juga menyoroti adanya sedimentasi di danau akibat pembangunan. Kemudian aktivitas pertanian yang tidak terkontrol di sekitar danau, juga berdampak negatif. Seperti cemaran pupuk dan lainnya.

Menurut dia adanya cemaran kandungan tertentu di danau, keberadaan alga atau enceng gondok sangat menjamur. "Tanaman ini bisa menyedot habis kadar oksigen dalam air," tuturnya. Akibatnya ikan dan hewan lainnya di danau mati.

Salah satu danau yang menghadapi serbuan enceng gondok adalah Danau Rawa Pening di Jawa Tengah. Untuk mengatasi masalah enceng gondok di sana, perlu pembersihan belasan hektar per hari secara serentak. Jika tidak serentak, akan tumbuh lagi di titik lain.

Hanif mengatakan di atas kertas, tertulis ada capaian positif penanganan 15 danau prioritas di Indonesia.

"Tetapi ada laporan di media sosial, kondisi sebaliknya," katanya.

Untuk itu dia menegaskan bahwa kondisi 15 danau prioritas di Indonesia masih kritis. Padahal 80 persen lebih cadangan air bersih ada di danau. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore