Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Wajo, Sulawesi Selatan (2/10). (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Gelaran Musabaqoh Qira'atil Kutub Internasional (MQKI) 2025 di Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10) dibuka di tengah suasana duka.
Yaitu adanya kasus masjid ambruk dan menimpa santri di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam momen pembukaan itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh peserta dan undangan mendoakan korban Al Khoziny.
"Saya mengajak kita semua untuk menundukkan kepala sejenak. Mendoakan santri yang jadi korban masjid roboh," kata Nasaruddin.
Dia mengatakan bahwa proses evakuasi masih terus berjalan. Sejumlah santri dilaporkan meninggal dunia. Kemudian yang lainnya berhasil diselamatkan.
Nasaruddin mengatakan bahwa korban wafat dari kejadian itu pasti dicatat sebagai syuhada. Karena wafat dalam kondisi sedang menjalani salat asar. Selain itu para santri juga sedang berjuang menuntut ilmu agama.
Informasi terbaru jumlah korban wafat ada lima orang. "Izinkan saya mengajak mendoakan mereka masuk surga," katanya.
Dia juga menyampaikan kasus di Pesantren Al Khoziny itu jadi pelajaran bersama. Yaitu pembangunan pesantren harus mengikuti aturan-aturan yang berkaitan dengan arsitektur.
Lebih lanjut, Nasaruddin mengatakan pembukaan MQK Internasional 2025 adalah momen yang spesial.
Karena ajang lomba membaca kitab kuning itu tidak hanya diikuti peserta dari Indonesia. Tetapi juga dari sejumlah negara sahabat. Khususnya dari negara-negara ASEAN.
Kemenag selaku penyelenggara, menjadikan ajang MQK Internasional 2025 itu sebagai ajang diplomasi budaya.
Kegiatan yang dipusatkan di Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan itu diikuti 798 santri dalam negeri yang berkompetisi. Selain itu ada 20 peserta dari negara-negara ASEAN yang ikut adu jago membaca kitab kuning.
Nasaruddin menyampaikan MQK Internasional adalah diplomasi budaya. Khususnya budaya di pesantren untuk meneguhkan Islam rahmatan lil-‘alamin di mata dunia. Kegiatan MQK Internasional itu sekaligus memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
