
Puluhan siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Suasana pagi di SDN Larangan 6 Tangerang tampak lebih riuh dari biasanya. Di tengah gedung sekolah yang masih dalam tahap renovasi, ratusan siswa berbaris rapi menunggu giliran makan siang mereka.
Aroma nasi kuning yang baru saja disajikan dari dapur MBG menyeruak ke setiap sudut, membuat wajah anak-anak berseri-seri. Beberapa bahkan tampak tak sabar untuk segera mencicipinya. “Pokoknya makannya enak,” ucap polos Safwan Azri, siswa kelas 5, sambil menyeka sisa nasi kuning di bibirnya.
Ia mengaku sejak ada program MBG, uang jajannya justru bisa ditabung. “Kalau ada MBG, nggak sarapan di rumah. Pokoknya makan MBG,” timpal Azzam, teman sekelasnya yang hari itu terlihat lahap menyantap porsi keduanya.
Program MBG di sekolah ini sudah berjalan hampir dua bulan. Namun, karena renovasi gedung, pembagian makanan harus dilakukan dalam tiga sesi. “Jadi pembagian sesinya luar biasa karena ruangannya kurang. Tapi Alhamdulillah berjalan lancar,” jelas Kepala SDN Larangan 6 Tangerang, Mariam.
Meski harus berbagi tempat, semangat siswa tak luntur. Justru momen makan bersama ini menjadi suasana yang paling ditunggu. Dari total 362 siswa penerima manfaat, semuanya mendapat jatah tanpa terkecuali. Bahkan bagi anak-anak yang memiliki alergi, pihak sekolah memastikan menu tetap disesuaikan.
Bagi sebagian anak, MBG bukan hanya soal mengisi perut. Ada yang mengaku kerap berangkat sekolah tanpa sarapan karena orang tua belum sempat menyiapkan. “Kadang-kadang waktu itu belum dapat aja sudah nanyain, ‘Bu, kapan makan lagi?’ Jadi memang mereka sangat mengharapkan,” tutur Mariam.
Dampak positif program ini terasa nyata. Selain membantu siswa lebih hemat uang jajan, MBG juga memberi rasa aman bagi guru. Tidak ada laporan gangguan kesehatan apalagi keracunan. “Alhamdulillah di SD Larangan 6 nggak ada kasus apa-apa,” kata Mariam.
Di balik tawa riang saat makan bersama, tersimpan mimpi besar anak-anak. Safwan dengan penuh percaya diri menyebut ingin jadi pemain timnas sepak bola. Azzam menimpali dengan cita-cita yang tak kalah berani: masuk timnas futsal. Keduanya kompak berharap agar program MBG terus berjalan. “Buat makanannya lebih enak lagi,” pinta mereka.
Suasana jam istirahat di SDN Larangan 6, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
