Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 03.23 WIB

BGN Hentikan Sementara SPPG yang Sebabkan Gangguan Pencernaan Pada Anak Sekolah

Konferensi pers Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor pusat BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/9). (Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Konferensi pers Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor pusat BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/9). (Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menimbulkan gangguan kesehatan pada anak sekolah.

Ketua BGN, Dadan Hindayana, menegaskan penghentian dilakukan sampai seluruh fasilitas dan operasional SPPG yang bersangkutan sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) yang telah ditetapkan.

“Terkait berbagai kejadian di tanah air, kami tentu saja BGN masih sangat menyesalkan kejadian ini masih ada dan kami prihatin, tetapi kami sudah bisa melihat bahwa sebagian besar kejadian ini karena munculnya SPPG baru, dan rata-rata SPPG baru ini memang butuh pembiasaan,” kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (22/9).

Dadan memaparkan, dari hasil pemantauan pihaknya mencatat sekitar 4.711 porsi makan yang menimbulkan gangguan kesehatan. Angka ini tersebar di tiga wilayah, dengan kasus terbesar di Jawa sebanyak 2.606 orang, disusul Sumatra 1.281 orang, dan wilayah timur 824 orang.

“Jadi ini kegiatan kejadian yang cukup aneh dan karena itu kami minta SPPG-nya stop kemudian diperbaiki seluruh fasilitasnya menyesuaikan diri dengan SOP-nya BGN,” tegas Dadan.

Meski demikian, Dadan menekankan bahwa jumlah kasus ini relatif kecil dibandingkan dengan total layanan yang telah diberikan. “Perlu anda ketahui bahwa sampai hari ini Badan Gizi Nasional sudah membuat 1 miliar porsi makan. Jadi yang 4.711 menimbulkan gangguan kesehatan terhadap anak-anak dan itu kami sesalkan,” ujarnya.

BGN kini memperketat mekanisme pendirian dan operasional SPPG baru. SPPG baru diwajibkan melayani dalam jumlah kecil terlebih dahulu sebelum melayani ribuan penerima manfaat. Selain itu, penggantian pemasok bahan baku oleh SPPG lama juga diawasi ketat karena bisa berdampak besar pada keamanan pangan.

“Jadi kita coba berusaha untuk terus memperketat SOP kita dan untuk SPPG-SPPG yang kemudian pelayanannya menimbulkan gangguan terhadap pencernaan penerima manfaat maka biasanya kami stop dulu sampai semuanya bisa selesai,” kata Dadan.

Ia memastikan, sampai saat ini kasus gangguan kesehatan hanya terjadi pada anak sekolah, sementara untuk kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tidak ditemukan kasus serupa.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore