
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana. (Ricky Prayoga/Antara)
JawaPos.com - Keterlibatan 2 orang prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam penculikan kepala cabang (kacab) bank BUMN Cempaka Putih, Mohammad Ilham Pradipta, tidak menggoyahkan komitmen TNI AD. Sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kedua prajurit tersebut harus dihukum. TNI AD tidak akan melindungi kedua prajurit itu.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, pimpinan TNI AD sudah memberikan arahan kepada seluruh jajaran. Dalam arahan tersebut ditekankan bahwa institusi Angkatan Darat tidak akan melindungi prajurit yang melakukan pelanggaran hukum, apalagi sampai menyebabkan korban meninggal dunia.
"Arahan dari pimpinan Angkatan Darat jelas, diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karena TNI Angkatan Darat tidak pernah melindungi ataupun tidak akan pernah menutupi suatu tindakan dari prajurit yang melawan hukum, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Wahyu menegaskan.
Karena itu, TNI AD melaksanakan proses hukum secara tegas dan transparan. Salah satu tujuannya untuk memperlihatkan kepada seluruh jajaran bahwa personel yang melanggar aturan bisa disanksi berat. Sehingga para prajurit Angkatan Darat bisa melihat risiko yang harus ditanggung ketika seorang prajurit melakukan pelanggaran hukum.
"Sehingga semua jajaran kami perlihatkan begini risikonya, seperti ini proses hukum yang dijalani, dan setiap prajurit harus bisa melihat. Nantinya itu menjadi contoh (bagi prajurit lain agar mereka) tidak boleh mengikuti itu. Karena ada hal tertentu kondisi tertentu yang terjadi, risikonya kepada institusi," ucap Wahyu.
Terhadap kedua prajurit tersebut, Wahyu menyatakan bahwa saat ini proses hukumnya masih berjalan. Sejumlah pemeriksaan terus dilakukan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta. Berkaitan dengan ancaman hukuman, Wahyu menyatakan bahwa seluruhnya diserahkan kepada penyidik yang menangani kasus tersebut.
"Berkaitan dengan perampasan kemerdekaan dan atau tindakan yang mengakibatkan orang meninggal dunia," kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
