
Mantan Wakil Presiden Ma
JawaPos.com - Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti banyaknya kabar negatif yang muncul dari lingkungan pesantren.
Dia khawatir kabar tersebut sengaja dikipas-kipasi atau dibesar-besarkan untuk membuat stigma atau framing negatif pesantren. Ujungnya, masyarakat menjadi takut memasukkan anaknya ke pesantren.
Sorotan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin usai menyampaikan arahan di Rapat Kerja Gerakan Nasionalis Ayo Mondok di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (17/9).
Dia mengatakan, kampanye gerakan ayo mondok itu sangat baik. Karena upaya kaderisasi ulama harus terus dilakukan.
Dalam banyak kesempatan, Ma'ruf mengatakan bahwa jika ada ulama meninggal dunia, ilmunya ikut dibawa ke liang lahat. Sehingga diperlukan adanya kaderisasi ulama.
Saluran utama kaderisasi ulama adalah melalui pesantren. Apalagi Ma'ruf menilai jati diri pesantren adalah lembaga pendidikan yang berkemajuan dan penuh inovasi.
Dia menyayangkan beredarnya kabar negatif dari lingkungan pesantren. Seperti munculnya kasus bullying, kekerasan fisik, bahkan kekerasan seksual. Ma'ruf menegaskan kasus seperti itu ketika ditelusuri, ternyata dari pesantren yang tidak jelas.
Kemudian sengaja dihembuskan terus. Seolah-olah seluruh pesantren itu negatif. "Padahal yang kasus itu nol koma nol nol sekian persen," jelasnya.
Di sisi lain Ma'ruf menegaskan banyak pesantren yang usianya sudah satu abad lebih konsisten mencetak kader ulama yang berkualitas. Tanpa ada kasus kekerasan di dalamnya.
"Sekarang ini ada framing-framing buruk terhadap pesantren," tandasnya. Padahal sejarah mencatat lulusan pesantren tidak hanya jadi ulama. Banyak juga yang menempati pos strategis di legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.
"Lulusan pesantren ada yang jadi Presiden. Lulusan pesantren ada yang pernah jadi Wakil Presiden," tuturnya. Untuk itu Ma'ruf juga mengajak kepada para pengelola atau pengasuh pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kemudian kepada para santri, dalam belajar di pesantren harus tuntas. Sehingga bisa mewarnai kehidupan.
Dia tidak ingin santri menjadi seperti seekor burung yang belum komplit bulu sayapnya, tetapi sudah nekat keluar sarang. Akibatnya burung itu terjatuh dan jadi santapan serigala.
Kegiatan Rapat Kerja Gerakan Ayo Mondok di Pesantren Asshiddiqiyah itu juga dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Dalam pidatonya, Zulhas mengatakan pesantren punya peran penting. Baginya Indonesia tidak bisa merdeka tanpa peran pesantren. Maka saat ini ketika Indonesia sudah merdeka, pesantren harus ikut mengisi kemerdekaan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
