
Ilustrasi aksi demo di Surabaya. LBH Surabaya Temukan indikasi polisi halangi bantuan hukum untuk demonstran yang tertangkap. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera membebaskan para pendemo yang masih ditahan, juga mencari pendemo yang hilang usai aksi demonstrasi pada akhir Agustus lalu.
Ia menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional rakyat yang harus dihormati.
"Saya minta Kapolri, pertama, bebaskan semua tahanan yang terlibat dalam kasus aksi demonstrasi akhir Agustus lalu," kata Benny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9).
Selain soal penahanan, Benny juga menyoroti laporan adanya sejumlah orang yang hilang pasca demonstrasi. Ia meminta Polri bertindak cepat dan transparan untuk menemukan keberadaan mereka.
"Kedua, menemukan sampai dapat orang-orang yang hingga sekarang ditengarai masih hilang," tegasnya.
Berdasarkan pernyataan, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, dari sekitar 5.000 orang yang sempat diamankan saat aksi, sebanyak 4.800 orang telah dibebaskan dan dipulangkan. Namun, masih terdapat 583 orang yang ditahan karena diduga kuat melakukan tindak pidana.
Di sisi lain, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat masih ada tiga orang yang belum ditemukan sejak demonstrasi 31 Agustus 2025 di Jakarta.
Mereka di antaranya Bima Permana Putra yang terakhir terlihat di Glodok, Jakarta Barat, serta Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syaputradewo yang kabar terakhir berada di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.
Benny menilai pembentukan Tim Independen Pencari Fakta oleh Komnas HAM bersama sejumlah lembaga negara perlu mendapat dukungan.
Menurut dia, tim tersebut dapat bekerja objektif untuk mengungkap penyebab kerusuhan sekaligus pihak-pihak yang menunggangi aksi unjuk rasa.
"Ketiga, Tim Pencari Fakta harus mengungkapkan secara obyektif apa yang memicu aksi kekerasan dan kelompok-kelompok yang menunggangi," tutur Benny.
Adapun Tim Independen Pencari Fakta melibatkan Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ombudsman RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Benny memastikan DPR akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kerja tim tersebut. “DPR akan lebih membuka diri dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kerja Tim Pencari Fakta independen," pungkasnya.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
