Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban meninggal dunia pasca banjir menerjang 7 kabupaten dan kota di Bali. (Kantor SAR Denpasar)
JawaPos.com-Banjir yang memakan korban jiwa di Bali terus ditangani. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 600 petugas untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban. Hingga kemarin jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 jiwa dan 2 orang masih dalam pencarian.
Baca Juga: Rekam Jejak Charlie Kirk, Aktivis Konservatif Muda yang Tewas Ditembak di Universitas Utah Valley
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto langsung ke Bali pada Rabu malam (10/9). Suharyanto langsung memimpin rapat koordinasi dan meninjau lokasi terdampak di Provinsi Bali pada Rabu (10/9).
Suharyanto menyatakan bencana banjir kali ini disebabkan oleh Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin. Yang memicu hujan dengan intensitas lebat membuat air sungai meluap. Walau situasi terkini, ketinggian debit air beberapa sungai mulai normal.
“Kondisi per Rabu malam jam 21.00 WITA tinggi muka air di sungai - sungai sudah kembali normal. Banjir ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi,” ujarnya di Gedung Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali.
Banjir tersebut menelan korban jiwa. Hingga saat ini jumlahnya mencapai 14 orang meninggal dunia. “Yang hilang 2 orang. Dilakukan pencarian tim gabungan sampai jam 7 malam. Besok pagi dicari lagi oleh tim gabungan,” paparnya.
Kemudian, tim gabungan selain melakukan pencarian korban, juga melakukan pembersihan sisa material banjir.
“Unsur gabungan berkisar 400 sampai 600 orang, akan terus berupaya melakukan pencarian korban hilang, dibarengi dengan melakukan pembersihan,” terangnya.
Suharyanto mengungkap, kedatangannya kali ini sebagai bentuk dari respon cepat pemerintah pusat untuk menangani bencana yang berdampak pada masyarakat.
“Atas perintah Pak Presiden, beliau memrintahkan kepada saya untuk secepat mungkin menemukan korban yang hilang. Kemudian yang mengungsi, kebutuhan dasarnya jangan berkurang,” tuturnya.
Dia mengatakan, kerugian yang dialami masyarakat agar semaksimal mungkin dibantu oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat dan kementerian atau lembaga lain, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
“BNPB memberikan bantuan kebutuhan dasar, peralatan penanggulangan bencana seperti pompa dan genset. Selain itu rumah masyarakat yang alami kerusakan akan diganti," paparnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari menuturkan bahwa Pusdalops BPBD kabupaten dan kota juga terus memutakhirkan pendataan di lapangan. Data sementara per Kamis, 11 September 2025, pukul 11.00 WIB, total korban meninggal dunia yang sudah ditemukan berjumlah 14 jiwa dan yang masih dalam pencarian sebanyak 2 warga. "Rincian korban meninggal di Kota Denpasar 8 jiwa, Kabupaten Jembrana 2 jiwa, Kabupaten Gianyar 3 jiwa dan Kabupaten Badung 1 jiwa," paparnya.
Untum korban yang hilang sebanyak dua jiwa berlokasi di Kota Denpasar. "Saat ini masih dalam pencarian," terangnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
