
Ely Herlina, pengusaha cokelat dari Bandung, Jawa Barat yang ikut dalam ajang Tokyo Handmade Marche 2025. (Istimewa).
JawaPos.com – Kerja keras PT Perusahaaan Nasional Madani (PNM) memajukan nasabahnya yang berasal dari kelompok usaha kecil berbuah manis. Dua nasabah Mekaar yang dibina PNM bahkan bisa mewujudkan kesuksesannya yang dulu mungkin hanya sebatas mimpi.
Ely Herlina, pengusaha cokelat dari Bandung, Jawa Barat, berdiri dengan bangga di Tokyo Dome, Jepang, membawa produk cokelat racikannya yang berawal dari dapur rumah. Di sebelahnya, Ria Apriani, perajin batik asal Garut, memamerkan karya aneka batik yang telah mencuri perhatian para kolektor mancanegara.
Keduanya hadir sebagai perwakilan dari 15,8 juta nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam ajang Tokyo Handmade Marche 2025, pameran kerajinan tangan dan produk kreatif terbesar di Jepang yang digelar pada 6–7 September 2025. Bagi Ely dan Ria, kesempatan ini bukan sekadar ajang pamer produk, tapi bagian dari sejarah perjalanan usaha mereka.
“Rasanya seperti mimpi. Dulu saya cuma jualan cokelat di kampung, sekarang orang Jepang bisa mencicipi karya saya. Semua ini berkat dukungan PNM yang memberi saya modal dan pendampingan. Saya juga akhirnya bisa mempekerjakan ibu-ibu single parent dan putus sekolah di sekitar rumah. Bersama-sama kami membuat produk yang bisa dikenal dunia,” ucap Ely dengan mata berbinar.
Ria Apriani, perajin batik asal Garut, memamerkan karya aneka batik dalam ajang Tokyo Handmade Marche 2025 yang telah mencuri perhatian para kolektor mancanegara. (Istimewa).
Ria pun tak kalah antusias. “Saya tak pernah membayangkan batik saya bisa sampai ke luar negeri. Saya mulai dari nol, batik saya dulu hanya untuk pasar lokal. Tapi PNM mengajari saya banyak hal, dari pengelolaan keuangan sampai branding. Sekarang ada belasan perempuan di kampung saya yang ikut membatik. Kami bangga bisa memperkenalkan budaya Indonesia di Jepang,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kesuksesan Ely dan Ria menjadi bukti nyata bahwa modal usaha PNM tak hanya meningkatkan penghasilan individu, tetapi menciptakan efek berlipat, membuka lapangan pekerjaan, memberdayakan komunitas, dan menggerakkan ekonomi lokal. Program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) telah melahirkan ribuan kisah perjuangan penuh makna di berbagai pelosok negeri.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyatakan akan terus membuka jalan bagi pelaku usaha ultra mikro agar berani bermimpi besar. “Kami ingin menunjukkan bahwa usaha kecil dari desa bisa bersinar di panggung dunia. Jangan pernah berhenti bermimpi, lakukan yang terbaik setiap hari, dan suatu hari kerja keras itu akan membawamu ke tempat yang tak pernah terbayangkan,” katanya.
Kehadiran PNM di Tokyo Handmade Marche 2025 menjadi tahap penting bagi produk lokal Indonesia untuk mendapat pengakuan global. Dari dapur rumah hingga ke Tokyo Dome, Ely dan Ria adalah bukti bahwa semangat, kerja keras, dan dukungan tepat dapat mengubah hidup dan menginspirasi jutaan perempuan lain untuk percaya pada mimpinya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
