
Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (kiri). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan, TNI bukan provokator dalam aksi demo pekan lalu. Sebaliknya, TNI membantu mengamankan, mengendalikan, dan meredakan kerusuhan tersebut.
”Berkaitan dengan beredarnya foto, video, maupun konten-konten yang bernarasi negatif, kemudian framing-framing yang menyesatkan. Yang sebenarnya sudah saya sampaikan 5 hari yang lalu kalau tidak salah itu, bahwa itu hoax, tidak benar,” kata Freddy kepada awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (5/9).
Foto, video, dan konten yang dia maksud terdiri atas kejadian berbeda namun dengan narasi yang sama.
Yakni tentara ditangkap oleh polisi, dan tentara menjadi provokator kerusuhan dalam demo yang berlangsung mulai 25-31 Agustus 2025 di Jakarta dan daerah lainnya.
”Terus terang saya sampaikan di sini bahwa dampak dari pemberitaan yang meluas yang terkait dengan TNI dalang kerusuhan, TNI tertangkap, ditangkap Polri, kemudian TNI provokator, itu betul-betul bagi kami statement maupun pemberitaan itu betul-betul melukai hati para prajurit dan instansi TNI,” terang dia.
Freddy menegaskan, di lapangan prajurit TNI berjibaku membantu Polri. Tidak sedikit di antara tentara-tentara itu yang turut terkena lemparan batu, terluka akibat bom molotov, dan terkena gas air mata.
Karena itu, framing dan hoax tersebut mmenurut Freddy jauh dari fakta sebenarnya atas TNI.
”Oleh karena itu pada kesempatan kali ini izinkan saya berupaya meluruskan beberapa hal yang kami anggap sebagai hoax,” ujarnya.
Secara terperinci, Freddy pun menjelaskan bahwa ada 5 kejadian yang tidak benar namun disebarluaskan seolah-olah benar.
Pertama terkait dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI disebut sebagai provokator dan perusuh demo. Kedua, prajurit TNI yang dikabarkan ditangkap polisi di Palembang.
Ketiga, provokator demo di Sumatera Utara (Sumut) disebut sebagai TNI padahal bukan. Keempat, pemuda di Ternate yang disebut sebagai tentara, nyatanya yang bersangkutan bukan tentara.
Kelima, seorang pria yang mengaku diperintahkan oleh tentara menyerang Mako Brimob di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
”Ini penting karena seperti saya sampaikan tadi bahwa potensi untuk membentur-benturkan antara TNI-Polri, kemudian aparat dengan masyarakat itu begitu besar. Dan itu Otomatis akan memecah belah persatuan-kesatuan bangsa. Jadi, saya perlu sampaikan di sini bahwa sampai dengan saat ini TNI Polri itu solid,” ujarnya.
Atas beredarnya foto, video, dan konten hoax tersebut, Freddy memastikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum.
Para pelaku yang menyebarkan informasi tidak benar dan sesat itu bakal dimintai pertanggungjawaban oleh TNI sesuai aturan yang berlaku. ”Pasti, akan ada langkah hukum,” tegasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
