Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 23.34 WIB

Mabes TNI Bantah Tentara Jadi Provokator Aksi Demonstrasi, Pastikan Bakal Proses Hukum Pelaku Penyebar Hoaks

Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (kiri). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (kiri). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan, TNI bukan provokator dalam aksi demo pekan lalu. Sebaliknya, TNI membantu mengamankan, mengendalikan, dan meredakan kerusuhan tersebut.

”Berkaitan dengan beredarnya foto, video, maupun konten-konten yang bernarasi negatif, kemudian framing-framing yang menyesatkan. Yang sebenarnya sudah saya sampaikan 5 hari yang lalu kalau tidak salah itu, bahwa itu hoax, tidak benar,” kata Freddy kepada awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (5/9).

Foto, video, dan konten yang dia maksud terdiri atas kejadian berbeda namun dengan narasi yang sama.

Yakni tentara ditangkap oleh polisi, dan tentara menjadi provokator kerusuhan dalam demo yang berlangsung mulai 25-31 Agustus 2025 di Jakarta dan daerah lainnya.

”Terus terang saya sampaikan di sini bahwa dampak dari pemberitaan yang meluas yang terkait dengan TNI dalang kerusuhan, TNI tertangkap, ditangkap Polri, kemudian TNI provokator, itu betul-betul bagi kami statement maupun pemberitaan itu betul-betul melukai hati para prajurit dan instansi TNI,” terang dia. 

Freddy menegaskan, di lapangan prajurit TNI berjibaku membantu Polri. Tidak sedikit di antara tentara-tentara itu yang turut terkena lemparan batu, terluka akibat bom molotov, dan terkena gas air mata.

Karena itu, framing dan hoax tersebut mmenurut Freddy jauh dari fakta sebenarnya atas  TNI. 

”Oleh karena itu pada kesempatan kali ini izinkan saya berupaya meluruskan beberapa hal yang kami anggap sebagai hoax,” ujarnya. 

Secara terperinci, Freddy pun menjelaskan bahwa ada 5 kejadian yang tidak benar namun disebarluaskan seolah-olah benar.

Pertama terkait dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI disebut sebagai provokator dan perusuh demo. Kedua, prajurit TNI yang dikabarkan ditangkap polisi di Palembang. 

Ketiga, provokator demo di Sumatera Utara (Sumut) disebut sebagai TNI padahal bukan. Keempat, pemuda di Ternate yang disebut sebagai tentara, nyatanya yang bersangkutan bukan tentara.

Kelima, seorang pria yang mengaku diperintahkan oleh tentara menyerang Mako Brimob di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. 

”Ini penting karena seperti saya sampaikan tadi bahwa potensi untuk membentur-benturkan antara TNI-Polri, kemudian aparat dengan masyarakat itu begitu besar. Dan itu Otomatis akan memecah belah persatuan-kesatuan bangsa. Jadi, saya perlu sampaikan di sini bahwa sampai dengan saat ini TNI Polri itu solid,” ujarnya.  

Atas beredarnya foto, video, dan konten hoax tersebut, Freddy memastikan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum.

Para pelaku yang menyebarkan informasi tidak benar dan sesat itu bakal dimintai pertanggungjawaban oleh TNI sesuai aturan yang berlaku. ”Pasti, akan ada langkah hukum,” tegasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore