
Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah (kiri). (Puspen TNI)
JawaPos.com - Mabes TNI mengungkap peristiwa sebenarnya di balik tudingan seorang perwira Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjadi provokator kerusuhan dalam aksi demo pekan lalu. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa saat itu perwira menengah berinisial SS dengan pangkat mayor itu sedang menjalankan tugasnya.
”Terkait berita hoax BAIS TNI dituduh provokator dan perusuh demo. Perlu kami jelaskan juga, karena seperti saya sampaikan tadi, begitu foto, kemudian video konten yang salah, yang jelas-jelas sudah saya sampaikan itu hoax, kemudian dianalisa, itu outputnya itu pasti salah,” terang dia.
Karena itu, bila tidak diluruskan malah berpotensi membenturkan aparat dengan masyarakat dan aparat dengan aparat, dalam hal ini TNI dengan Polri. Freddy tidak menampik bahwa Mayor SS memang personel BAIS TNI. Namun saat didatangi dan ditanyai oleh personel Brimob Polri, SS tengah bertugas. Dia melaksanakan kewajibannya sebagai personel.
”Terkait dengan anggota BAIS TNI, bahwa foto itu memang benar, saya sampaikan. Bahwa foto itu memang benar adalah anggota BAIS TNI, karena sudah jelas di situ. Yang saya sangkal adalah narasinya, karena narasi yang disampaikan itu ditangkap Polri, yang kedua adalah provokator. Itu tidak benar,” tegasnya.
Untuk itu, Freddy mengungkap kronologi kejadian sebenarnya. Dia memastikan bahwa semua sudah dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan aparat kepolisian. Bukan hanya percakapan, kronologi sampai menit demi menit kejadian juga diungkap oleh perwira tinggi bintang satu TNI AL dengan latar belakang Korps Marinir itu. TNI yang ditangkap oleh Polri Itu supaya digarisbawahi dan disampaikan nantinya.
”Personel Bais TNI melaksanakan tugas intelijen. Sesuai dengan tugas pokoknya bahwa anggota BAIS TNI memang harus melaksanakan deteksi dini, kemudian cegah dini terhadap segala upaya-upaya ancaman. Oleh karena itu, dimanapun situasi yang sekiranya mengancam, pasti akan ada rekan-rekan kita disitu,” jelasnya.
Saat itu, lanjut Freddy, Mayor SS bertugas di sekitar Fly Over Slipi, Jakarta Barat (Jakbar). Dia bertugas bersama 4 orang anggotanya pada 28 Agustus 2025 lalu. Saat bentrok pecah pada sore hari, mereka terus memantau peristiwa itu hingga malam hari. Bahkan terus memonitor perkembangan kondisi dan situasi sampai malam hari. Karena itu, dia menegaskan tidak benar Mayor SS ditangkap polisi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
