Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 23.52 WIB

Influencer Serahkan "17+8 Tuntutan Rakyat" ke DPR, Afutami: Kami Kecewa dan Berduka

Sejumlah influencer mendatangi gedung DPR/MPR RI menyerahkan dokumen berisi "17+8 Tuntutan Rakyat" pada Kamis (4/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sejumlah influencer kembali mendatangi gedung DPR/MPR RI pada Kamis (4/9). Mereka menyerahkan dokumen berisi "17+8 Tuntutan Rakyat" kepada anggota DPR RI, Andre Rosiade.

Ekonom lingkungan sekaligus influencer Andhyta Firselly Utami atau yang akrab disapa Afutami menegaskan bahwa tuntutan ini lahir dari rasa kecewa mendalam terhadap kondisi demokrasi di Indonesia.

"Kami ditanya apa motivasi awal atau alasan tuntutan 17+8. Kami di sini ingin bilang bahwa ini semua didasarkan dari kekecewaan yang mendalam dan rasa berduka yang sangat dalam terhadap berbagai korban yang sudah meninggal dunia," ujar Afutami di depan gerbang Pancasila DPR RI.

Ia menyebut, hingga kini tercatat 11 orang korban jiwa, 500 korban luka, dan 3.400 orang yang dikriminalisasi karena menyuarakan aspirasi mereka. Menurutnya, semua ini tidak akan terjadi jika pemerintah mau mendengarkan warganya sejak awal.

17+8 Tuntutan Rakyat ini merupakan rangkuman dari berbagai desakan publik yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa di antaranya meliputi:  

● Desakan 211 organisasi masyarakat sipil yang dipublikasi melalui website YLBHI,  

● Siaran pers Pusat Studi Hukum & Kebijakan (PSHK) Indonesia, 

● Tuntutan 7 hari dari Salsa Erwina, Jerome Polin & Cheryl Marella (hasil rembug jutaan suara di kolom komentar dan Instagram Story),

● Pernyataan sikap Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan UI,  

● Pernyataan sikap Center for Environmental Law & Climate Justice Universitas Indonesia,  

● Tuntutan demo buruh 28 Agustus 2025,  

● 12 Tuntutan Rakyat Menuju Reformasi Transparansi & Keadilan oleh Reformasi Indonesia di Change.org yang sudah menerima lebih dari 40.000 dukungan.

"17+8 kebetulan rakyat hadir dari kami warga biasa, yang merasa resah. Karena tidak ada respon yang sesuai dari pemerintah dan aparat yang tidak terarah, melewatkan substansi, dan cenderung represif sejak demonstrasi pada tanggal 28 Agustus tahun ini," jelas Afutami.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore