
Massa aksi terlibat bentrokan dengan polisi di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan keluarga mendiang Andika Lutfi Falah, 16, mendapat kejelasan tentang penyebab kematian korban dalam peristiwa kerusuhan di DPR/MPR RI di Jakarta. Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mengatakan, meski pihak keluarga saat ini telah menyepakati untuk tidak melanjutkan ke proses investigasi maupun jalur hukum, namun mereka berhak mendapatkan kejelasan terkait penyebab kematian Andika.
"Tadi kami sudah berkomunikasi dengan keluarga, ternyata keluarga sudah mengikhlaskan, artinya tidak tuntut proses hukum dan sebagainya. Tetapi kami dari KPAI memastikan hak anak yang sudah meninggal mendapat kejelasan penyebab kematiannya," ucap Diyah usai melayat ke kediaman almarhum Andika di Tangerang, Rabu.
Ia mengatakan, selain persoalan penyebab kematian korban, pihaknya juga akan mendorong untuk pemulihan nama baik almarhum Andika dan keluarga dari stigma negatif atas peristiwa yang telah terjadi tersebut.
"Yang kedua jangan sampai anak terstigma negatif dalam kejadian ini. Karena almarhum Andika sedang menyampaikan aspirasi, kalau kemudian jadi korban, hanya saja jangan sampai ada kesan negatif bahwa ini tidak baik," ujarnya.
"Kita harus buka persepsi semuanya bahwa anak boleh sampaikan pendapat di muka umum, itu juga kebebasan berpartisipasi termasuk sipil," tambah dia.
Dia mengungkapkan, dengan adanya insiden yang memilukan ini, KPAI tengah memberikan perhatian khusus atas tindakan represif aparat penegak hukum, terutama dalam kerusuhan demonstrasi yang mengakibatkan korban jiwa.
"Kita kemarin di Kerjasama Untuk Pencegahan Penyiksaan (KUPP) sepakat kita jangan sampai terulang. Kemudian karena si anak ini maka harus ada upaya perlindungan. Dan yang kami resahkan saat ini kenapa anak seperti terorganisir dan semua aksi di semua daerah bahkan di kabupaten itu semua melibatkan anak," jelasnya.
Diyah mengatakan, sebagai langkah penanganan lebih lanjut KPAI akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait proses pengawasan bagi anak-anak di Indonesia dengan melibatkan seluruh lembaga dan instansi terkait untuk berbenah.
"Betul, ini jadi masukan dan evaluasi kita baik dari KPAI, KemenPPPA, Kemdik, Kemenag, karena di bawah Kemenag juga banyak kami temukan sekolah yang juga terlibat. Tentu upaya selanjutnya bagaimana upaya pencegahan dan jangan sampai terulang lagi," kata dia.
Andika Lutfi Falah, 16, pelajar asal Puri Bidara Permai, RT/RW 02/06, Desa Pematang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten dilaporkan meninggal dunia diduga terlibat dalam aksi kerusuhan di kawasan DPR/MPR RI pada Kamis (28/9).
Sebelum dinyatakan meninggal, almarhum yang merupakan siswa kelas 11 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 14 Kabupaten Tangerang sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Dr Mintoharjo.
Berdasarkan keterangan tim medis kepada keluarga, korban mengalami luka berat pada bagian kepala belakang akibat benturan benda tumpul.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
