Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 23.56 WIB

Soal Unisba Diserang Aparat Ditembaki Gas Air Mata, Mendiktisaintek Pastikan Tak Ada Mahasiswa jadi Korban

Puluhan pengunjuk rasa mendapatkan perawatan di Aula Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Kota Bandung, Jumat (29/8). (Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres) - Image

Puluhan pengunjuk rasa mendapatkan perawatan di Aula Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Kota Bandung, Jumat (29/8). (Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres)

JawaPos.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menanggapi kasus dugaan penyerangan di dua kampus di Bandung, Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas). Kedua kampus tersebut diduga telah 'diserang' oleh aparat kepolisian dengan menembakkan gas air mata.

Brian mengungkapkan, berdasarkan laporan kronologis dari Rektor Unisba A Harits Nu'man, pada Senin malam (1/9), sekitar pukul 21.00-22.00 WIB, terdapat massa non mahasiswa diduga anarko yang berkumpul di sekitar Dago. Tepatnya, area taman Radio menuju Rangga Gading - Hariang Banga dan Jalan Tamansari, sepanjang kampus Unisba.

Merespons hal tersebut, aparat kepolisian kemudian melakukan pembersihan dengan meminta pembubaran kumpulan massa tersebut. Dalam proses yang terjadi, diduga ada massa anarko yang lari ke arah Unisba.

"Kemudian, karena semakin terdesak, massa tersebut naik ke pagar dan memaksa satpam Unisba membuka gerbang kampus," ujarnya menjelaskan kronologi kejadian pada Jawa Pos, Selasa (2/9). Sehingga akhirnya, massa berhasil masuk ke dalam kampus.

Menurutnya, Kampus Unisba sendiri memang sempat membuat posko evakuasi untuk demonstrasi sejak Jumat (29/8) lalu. Namun, posko sudah dibubarkan karena dinilai sudah tidak ada korban lagi. 

Saat itu, kata dia, di dalam kampus masih terdapat beberapa mahasiswa dan dosen, termasuk rektor Unisba yang bersiap pulang. Akan tetapi, karena kejadian tersebut, mereka akhirnya terjebak di dalam kampus.

"Aparat sempat menembakkan beberapa gas air mata ke dalam massa non mahasiswa yang berlindung di dalam kampus Unisba," sambungnya.

Lalu, setelah beberapa saat, aparat kemudian membubarkan diri. Massa non mahasiswa yang berada di dalam kampus pun diminta keluar oleh pengamanan dalam kampus.

"Kampus kembali clear jam 2 malam. Tidak ada korban mahasiswa pada kejadian di atas," ungkapnya.

Kronologi yang disampaikan Brian, yang berasal dari rektor Unisba, agak sedikit berbeda dengan pernyataan mahasiswa Unisba. Dalam keterangannya, Presiden Mahasiswa BEM Unisba Kamal Rahmatullah mengaku, sejumlah mahasiswa telah menjadi korban atas serangan aparat kepolisian di kampus mereka. Ada yang tertembak di bagian dada hingga mengalami sesak napas.

Ia pun mengecam tindakan aparat kepolisian yang dinilai represif. "Pukul 12 malam, usai melakukan aksi demonstrasi, kami mahasiswa Universitas Islam Bandung mengalami serangan brutal dari aparat gabungan TNI dan Polri. Insiden ini bahkan terjadi hingga memasuki area kampus, sebuah wilayah yang secara hukum seharusnya steril dari intervensi aparat bersenjata," ungkapnya.

Disinggung soal perbedaan keterangan ini, Mendiktisaintek tak berkomentar. Ia hanya menyampaikan link pemberian keterangan pers yang dilakukan oleh pihak rektor.

Seperti diketahui, sejak dini hari tadi, beredar video-video serangan brutal aparat kepolisian di kampus Unisba dan Unpas. Tampak gas air mata ditembakkan ke arah dalam kampus. Mahasiswa yang berada di dalam kampus pun panik dan terlihat berhamburan karena terkena tembakan gas air mata tersebut.

Pada Senin, sejumlah mahasiswa memang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Bandung. Namun, tak ada aksi kericuhan yang terjadi. Aksi selesai sore hari. Beberapa orang kemudian beristirahat di sekitar Unisba-Unpas, sebelum akhirnya tiba-tiba aparat datang dan menembakkan gas air mata.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore