Trainer Baznas memberikan pelatihan bahasa isyarat untuk anak-anak disabilitas. (Dok. Baznas)
JawaPos.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melaksanakan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Bahasa Isyarat di Yayasan Ibtisamah Mulia, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan agama Islam bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menegaskan, program itu menjadi komitmen BAZNAS dalam memastikan akses pendidikan agama yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
“BAZNAS ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki akses penuh terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Lebih dari itu, kami juga mendorong lahirnya pengajar dari kalangan difabel agar program ini berkesinambungan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/9).
Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa, yang dibimbing langsung oleh dua pengajar lulusan ToT BAZNAS, yakni Fatiyahnur Meilinda dan Flafirsty Azzahra Marumi, yang juga merupakan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Saidah menegaskan, sebagai lembaga negara yang mengemban amanah undang-undang, BAZNAS harus hadir untuk semua golongan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
"Kami berkewajiban memastikan distribusi manfaat zakat menyentuh mereka yang sering terpinggirkan, termasuk kaum disabilitas. Kami ingin memastikan hak mereka untuk belajar agama terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Berbeda dengan pelaksanaan di sekolah formal, jelas Saidah, pengimbasan di Yayasan Ibtisamah Mulia Deaf Learning Center ini tidak hanya fokus pada pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat, tetapi juga mencakup materi pelajaran agama Islam secara umum.
"Kurikulum tersebut mencakup pemahaman ibadah, akhlak, hingga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi bentuk nyata bahwa akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas rungu harus menyeluruh, baik dari segi pemahaman ibadah maupun nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," kata Saidah.
Untuk memastikan kualitas implementasi, lanjut Saidah, kegiatan ini turut dimonitoring oleh tim Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI. Monitoring dilakukan untuk menilai efektivitas metode pembelajaran sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan peserta.
"Monitoring juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan komunitas lokal, sehingga program dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata. BAZNAS menargetkan dakwah inklusif ini menjangkau lebih banyak daerah di masa mendatang," ujar Saidah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
