
Puluhan massa aksi membawa bendera PAN hingga masuk ke ruas jalan tol dalam kota, saat Demonstrasi 25 Agustus di Gedung DPR RI Jakarta Pusat, Senin (25/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) angkat suara terkait gelombang keresahan sosial yang belakangan meluas di sejumlah daerah.
Melalui pernyataan resminya, Ketua KWI Monsinyur Antonius Subianto Bunjamin menegaskan bahwa negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, harus mengutamakan kepentingan rakyat. Terutama kelompok miskin dan rentan yang paling terdampak kebijakan yang tidak adil.
KWI menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi kekerasan dan anarkisme yang muncul di tengah masyarakat.
Keresahan sosial itu, menurut Antonius, berakar dari kekecewaan publik terhadap ucapan, tindakan, maupun keputusan yang dianggap tidak bijak dan gagal berpihak pada rakyat.
“Sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, sudah saatnya semua pihak menahan diri, mawas diri, dan bertindak nyata demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.
Pihaknya juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka dalam rangkaian demonstrasi memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Menurut Antonius, mereka menyerukan agar pemerintah berani melakukan koreksi, bahkan mencabut kebijakan yang justru menambah penderitaan rakyat dan memperlebar jurang ketidakadilan.
KWI juga menekankan pentingnya tata kelola negara yang transparan, akuntabel, dan kredibel. Bagi mereka, janji-janji kemerdekaan tidak cukup disampaikan lewat pidato, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang membela kepentingan rakyat kecil.
“Aparat keamanan pun harus benar-benar menjadi pengayom, bukan pihak yang menambah luka. Pendekatan humanis wajib menjadi prioritas dalam menghadapi aksi massa,” tegas Antonius.
Dalam pernyataannya, KWI menegaskan komitmen untuk tetap bersikap kritis terhadap seluruh lembaga negara. Mereka mengingatkan bahwa fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif seharusnya tidak melukai, melainkan melindungi dan menyejahterakan masyarakat.
Tak lupa, KWI menyampaikan apresiasi kepada individu, organisasi, maupun institusi yang tetap memperjuangkan kebenaran dengan cara damai dan santun sesuai nilai-nilai Pancasila.
Antonius mengajak semua elemen bangsa bergandeng tangan mengatasi kecemasan rakyat, menolak provokasi, serta menjaga persatuan nasional.
“Marilah kita memancarkan energi positif demi Indonesia maju. Semoga Tuhan memberkati niat baik kita semua dan melindungi bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
