
Rencana Jaringan Kereta Api Cepat di Pulau Jawa Tahun 2030. (Kementerian Perhubungan)
JawaPos.com - Sejak diumumkan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada akhir Juli 2025 lalu, proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya langsung menarik perhatian.
Proyek strategis ini diyakini mampu memangkas waktu perjalanan sekaligus membuka peluang besar bagi konektivitas antarwilayah. Bukan hanya soal kecepatan, pembangunan kereta cepat juga menuntut keterlibatan banyak pihak.
Tidak terkecuali pemerintah daerah. Provinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, diproyeksikan memegang peranan penting dalam keberhasilan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.
Lantas, bagaimana sikap pemerintah daerah terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya?
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan bahwa rencana proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya sudah masuk rencana induk perkeretaapian 2030.
“Masuk pada rencana pengembangan jaringan dan layanan kereta api cepat pada lintas Jakarta-Bandung, dengan potensi perpanjangan menuju Kroya, Yogyakarta, Solo dan Surabaya,” ungkap Irvan kepada JawaPos.com, Selasa (26/8).
Dalam rencana induk, kereta cepat akan melintasi jalur utara Jawa. Hingga saat ini, belum ada perubahan dalam rencana tersebut, meski kereta cepat sudah terbangun di jalur Jakarta-Bandung.
Terkait peranan yang akan diambil Pemerintah Kota Surabaya, Irvan tak bisa memberikan jawaban. Sebab hingga saat ini, belum ada informasi kajian atau teknis perencanaan yang disampaikan Pemerintah Pusat kepada Pemkot Surabaya.
“Koordinasi terakhir dari Bappeda Provinsi Jawa Timur, bahwa sekarang masih didiskusikan terkait rencana kereta cepat (Jakarta-Surabaya) di level kementerian. Rencana tersebut masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional,” tukas Irvan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyambut positif rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Ia menegaskan Pemprov Jatim siap mengawal kelanjutan proyek pemerintah pusat tersebut.
"Kami tentunya sangat berbahagia mendengar komitmen Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk melanjutkan kereta cepat dari Jakarta ke Surabaya," ujar Emil kepada JawaPos.com, Kamis (28/8).
Mantan Bupati Trenggalek itu belum bisa menjawab sejauh mana peranan Pemprov Jawa Timur dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Sebab, proyek tersebut hingga kini masih didiskusikan di level kementerian.
"Kami tentu sangat mendukung pengembangan kereta cepat Jakarta-Surabaya sebagaimana telah dicantumkan sebagai salah satu prioritas di RPJMN 2024-2029," lanjutnya.
Begitu pula dengan kapan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya dikerjakan. Yang jelas, lanjut Emil, proyek tersebut telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Saya belum bisa jawab. Tetapi di RPJMN, ada lampiran mengenai pengembangan masing masing provinsi, di Jatim, ada perencanaan dan persiapan kereta cepat Jakarta-Surabaya, itu masuk salah satu prioritas," imbuhnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
