
Ustadz Abdul Somad sedang berceramah Sumber foto : Instagram/@ustadzabdulsomad_official
JawaPos.com - Sejumlah tokoh agama atau ustadz sempat tersandung masalah keuangan. Padahal, dana itu sejatinya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat atau kepentingan sosial.
Mereka adalah ustadz Das'ad Latif, ustadz Abdul Shomad, KH Cholil Nafis, dan ustadz Adi Hidayat.
Seperti apa ceritanya? Berikut ulasan singkatnya
Ustadz Das'ad Latif sempat membuat video diunggah di akun media sosialnya tentang rekeningnya tidak dapat digunakan karena diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dia bersuara cukup kencang ketika itu karena dana di rekening dibutuhkan untuk kepentingan pembangunan masjid. Ustadz Das'ad Latif baru tahu rekeningnya dibekukan setelah mau mengambil uang untuk membeli besi, semen, dll, untuk pembangunan masjid.
Rekening milik penceramah asal Makassar dibekukan karena selama 3 bulan tidak ada transaksi apa pun. Setelah viral di media sosial, PPATK akhirnya membuka kembali rekening milik ustadz Das'ad Latif.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, juga mengalami nasib senada dengan yang dialami ustaz Das'ad Latif. Rekening yayasan miliknya dibekukan oleh PPATK. Di dalam rekening tersebut, terdapat uang sekitar Rp 300 juta yang akan digunakan untuk keperluan yayasan.
Cholil Nafis baru tahu rekening yayasannya diblokir setelah mau melakukan transfer dan ternyata tidak bisa.
“Setelah saya coba kemarin mau mentransfer, ternyata sudah terblokir. Nah, ini kebijakan yang tidak bijak,” kata KH Cholil Nafis.
Ustadz Abdul Shomad dalam sebuah ceramah yang videonya viral di media sosial menyatakan bahwa dirinya diundang kepala pajak untuk datang menghadap.
Setelah bertemu, ustadz Abdul Shomad diminta membayar pajak karena penghasilannya dari YouTube diklaim pihak pajak mencapai Rp 150 juta setiap bulannya.
"Begini ustadz, kami sudah cek ternyata pendapatan YouTube satu bulan Rp 150 juta. Ustadz bayar pajak," kata kepala pajak kepada pria yang kerap disapa UAS itu.
Diminta membayar pajak, ustadz Abdul Shomad lantas nengungkap rincian pengeluaran dari penghasilannya dari kanal YouTube. Dia memastikan tidak mengambil sama sekali uang yang didapatkannya dari YouTube.
Menurut UAS, uang dari YouTube dialokasikan keseluruhan untuk kepentingan sosial. Dibuat membeli beras, beli minyak, beli kompor, dan lain-lain untuk sedekah.
Ustadz Abdul Shomad keberatan penghasilannya di YouTube dipatok Rp 150 juta perbulan. Padahal, penghasilan dari sana sangat fluktuatif tidsk dapat dipatok secara pasti. Dia pun merasa data yang disajikan petugas pajak tidak benar dan bisa masuk ke dalam kategori fitnah.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
