Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 06.48 WIB

Diharapkan Bisa Tingkatkan Kualitas Produksi Kulit Garut, Indonesia Kirim Empat Penerima Beasiswa Arsutoria School ke Milan

Empat desainer muda Indonesia resmi diberangkatkan ke Milan, Italia, untuk menempuh pendidikan di Arsutoria School. (Istimewa) - Image

Empat desainer muda Indonesia resmi diberangkatkan ke Milan, Italia, untuk menempuh pendidikan di Arsutoria School. (Istimewa)

JawaPos.com - Empat desainer muda Indonesia resmi diberangkatkan ke Milan, Italia, untuk menempuh pendidikan di Arsutoria School, sekolah desain sepatu dan tas ternama dunia. Program beasiswa ini diharapkan mampu membawa dampak besar pada peningkatan kualitas produksi kulit Garut yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit terbesar di Indonesia.

Program ini merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar Italia, Italian Trade Agency (ITA), Indonesia Fashion Week (IFW), Koperasi Artisan Kulit Indonesia, serta Spinindo/Piazza Firenze Garut.

Dari empat nama yang berangkat, dua diantaranya terpilih melalui jalur industri IFW dan Piazza Firenze Garut, sebagai langkah strategis agar ilmu yang diperoleh dari Milan dapat langsung ditularkan ke klaster kulit Garut.

Empat penerima beasiswa tersebut adalah Hadisti Mardhiya (LaSalle College Jakarta, BA Fashion Design), Mujib Titian (Footwear Design & Development, Prabu Shoes), Mohammad Jordy Mozza Servia (Graphic Designer, IFW & Piazza Firenze Garut), dan Shafwa Kamilia Zahira Azzahra (Fashion Designer, Piazza Firenze Garut).

Presiden IFW sekaligus Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia, Poppy Dharsono, menekankan bahwa Garut memiliki potensi besar di industri kulit, tetapi produk yang dihasilkan cenderung stagnan dari tahun ke tahun.

“Garut sebenarnya punya potensi luar biasa. Tetapi karena kurangnya panduan, produk yang dihasilkan para pengrajin tidak banyak berubah. Dengan pengalaman saya dan jaringan di Italia, saya ingin menghadirkan sentuhan baru agar produk Garut bisa naik kelas,” ujarnya, Rabu (27/8).

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, juga memberikan apresiasi atas keberangkatan empat talenta muda tersebut. Ia menyebut kesempatan ini sebagai amanah besar sekaligus investasi untuk masa depan industri kreatif Indonesia.

“Harapan saya, kalian tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga menjadi duta budaya bangsa. Pergilah dengan membawa nama Indonesia ke dunia, dan kembalilah sebagai kebanggaan negeri,” pesannya.

Senada dengan itu, Duta Besar Italia untuk Indonesia, Roberto Colamine, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan untuk menggantikan tradisi lokal, melainkan memperkaya desainer muda Indonesia dengan metode agar ide kreatif bisa diwujudkan menjadi produk industri.

“Tradisi tidak bisa digantikan. Yang bisa kami lakukan adalah berbagi metode untuk mengubah inspirasi menjadi produk nyata,” tuturnya.

Direktur Utama Spinindo/Piazza Firenze Garut, Anto Sudaryanto, menambahkan bahwa pengiriman talenta ke Milan merupakan strategi penting untuk memperkuat struktur industri kulit di Garut.

Menurutnya, kehadiran desainer yang mampu menjembatani pengrajin dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar tren global dapat diterjemahkan ke dalam produk nyata.

Selama tiga bulan di Milan, para peserta akan mengikuti program intensif di Arsutoria School, mulai dari pembuatan sketsa, pola, pemilihan material, hingga pembuatan prototipe sesuai standar internasional. Dengan bekal ini, diharapkan produk kulit Garut tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di industri fashion global.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore