
Empat desainer muda Indonesia resmi diberangkatkan ke Milan, Italia, untuk menempuh pendidikan di Arsutoria School. (Istimewa)
JawaPos.com - Empat desainer muda Indonesia resmi diberangkatkan ke Milan, Italia, untuk menempuh pendidikan di Arsutoria School, sekolah desain sepatu dan tas ternama dunia. Program beasiswa ini diharapkan mampu membawa dampak besar pada peningkatan kualitas produksi kulit Garut yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit terbesar di Indonesia.
Program ini merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar Italia, Italian Trade Agency (ITA), Indonesia Fashion Week (IFW), Koperasi Artisan Kulit Indonesia, serta Spinindo/Piazza Firenze Garut.
Dari empat nama yang berangkat, dua diantaranya terpilih melalui jalur industri IFW dan Piazza Firenze Garut, sebagai langkah strategis agar ilmu yang diperoleh dari Milan dapat langsung ditularkan ke klaster kulit Garut.
Empat penerima beasiswa tersebut adalah Hadisti Mardhiya (LaSalle College Jakarta, BA Fashion Design), Mujib Titian (Footwear Design & Development, Prabu Shoes), Mohammad Jordy Mozza Servia (Graphic Designer, IFW & Piazza Firenze Garut), dan Shafwa Kamilia Zahira Azzahra (Fashion Designer, Piazza Firenze Garut).
Presiden IFW sekaligus Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia, Poppy Dharsono, menekankan bahwa Garut memiliki potensi besar di industri kulit, tetapi produk yang dihasilkan cenderung stagnan dari tahun ke tahun.
“Garut sebenarnya punya potensi luar biasa. Tetapi karena kurangnya panduan, produk yang dihasilkan para pengrajin tidak banyak berubah. Dengan pengalaman saya dan jaringan di Italia, saya ingin menghadirkan sentuhan baru agar produk Garut bisa naik kelas,” ujarnya, Rabu (27/8).
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, juga memberikan apresiasi atas keberangkatan empat talenta muda tersebut. Ia menyebut kesempatan ini sebagai amanah besar sekaligus investasi untuk masa depan industri kreatif Indonesia.
“Harapan saya, kalian tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga menjadi duta budaya bangsa. Pergilah dengan membawa nama Indonesia ke dunia, dan kembalilah sebagai kebanggaan negeri,” pesannya.
Senada dengan itu, Duta Besar Italia untuk Indonesia, Roberto Colamine, menegaskan bahwa program ini dirancang bukan untuk menggantikan tradisi lokal, melainkan memperkaya desainer muda Indonesia dengan metode agar ide kreatif bisa diwujudkan menjadi produk industri.
“Tradisi tidak bisa digantikan. Yang bisa kami lakukan adalah berbagi metode untuk mengubah inspirasi menjadi produk nyata,” tuturnya.
Direktur Utama Spinindo/Piazza Firenze Garut, Anto Sudaryanto, menambahkan bahwa pengiriman talenta ke Milan merupakan strategi penting untuk memperkuat struktur industri kulit di Garut.
Menurutnya, kehadiran desainer yang mampu menjembatani pengrajin dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar tren global dapat diterjemahkan ke dalam produk nyata.
Selama tiga bulan di Milan, para peserta akan mengikuti program intensif di Arsutoria School, mulai dari pembuatan sketsa, pola, pemilihan material, hingga pembuatan prototipe sesuai standar internasional. Dengan bekal ini, diharapkan produk kulit Garut tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di industri fashion global.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
