JawaPos.com - Demonstrasi 25 Agustus di Gedung DPR/ MPR RI berujung ricuh. Tembakan gas air mata tak lagi terhitung ditembakkan ke arah massa aksi di jalan yang berada fly over di Jl Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat.
Pantauan JawaPos.com, sekitar pukul 14.30 WIB massa aksi sudah dilarang menuju depan gedung DPR/MPR oleh aparat kepolisian.
Mereka ditahan tepat di bawah flyover. Ratusan massa aksi itu pun terus menyuarakan aspirasi mereka sambil mengibarkan bendera One Piece.
Bentrokan pecah sekitar pukul 16.00 WIB, ketika aparat kepolisian memaksa mundur massa. Berbekal tameng, tongkat hingga gas air mata, polisi membubarkan paksa massa aksi. Kendaraan lapis baja milik polisi pun turut mengawal di belakang barisan. Sejumlah massa pun ikut ditangkap aparat.
Tak lama massa membubarkan diri, sejumlah aparat yang tengah istirahat dan bersiaga dikagetkan dengan sejumlah lemparan petasan asap dari atas flyover maupun seberang tol dalam kota.
Selain itu, mereka juga menembakkan petasan kembang api hingga melemparkan balik peluru gas air mata diarahkan ke polisi.
Hal itu membuat aparat kembali dalam posisi siaga. Massa pun kembali mundur setelah melemparkan petasan asap itu.
Menurut akun Instagram @gejayanmemanggil, aksi ini mengusung sembilan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah dan DPR.
Beberapa di antaranya menolak kenaikan gaji anggota DPR, menuntut transparansi penggunaan uang rakyat, hingga menyerukan turunnya Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Berikut daftar lengkap tuntutan massa:
1. Turunkan Prabowo-Gibran
2. Bubarkan Kabinet Merah-Putih
3. Bubarkan DPR RI
4. Gagalkan Proyek Penulisan Sejarah Indonesia
5. Seret, tangkap, dan adili Fadli Zon karena tidak mengakui pemerkosaan massal 1998
6. Tolak RKUHP
7. Transparansi gaji anggota DPR karena berasal dari uang rakyat
8. Batalkan kebijakan tunjangan rumah DPR
9. Gagalkan rencana kenaikan gaji DPR
Ribuan aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (25/8). Polisi mengklaim pengamanan dilakukan tanpa senjata api dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebanyak 1.250 personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI diturunkan di lokasi aksi.
"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ujar Susatyo, Senin (25/8).
Susatyo mengatakan, seluruh perwira telah mengikuti Tactical Wall Game (TWG) dan apel gabungan pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi soal peta kerawanan dan strategi pengamanan yang humanis.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
