
Paparan kinerja kuartal II 2025 di bilangan Sudirman Central Business District (SCBD), Selasa (19/8). (Agas Putra Hartanto/Jawapos)
JawaPos.com - Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatat kinerja solid sepanjang kuartal II 2025. Laba bersih tembus Rp 1,3 triliun. Ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan rasio dana murah (low cost fund).
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menuturkan, pendapatan bunga bersih tumbuh double digit sebesar 11 persen secara tahunan. Sedangkan peningkatan low cost fund mencapai 75 persen. "Kinerja cemerlang tersebut turut mendorong Return on Equity (ROE) Citi Indonesia ke level 13,6 persen dan Return on Assets (ROA) di angka 3,6 persen," terangnya dalam paparan kinerja kuartal II 2025 di bilangan Sudirman Central Business District (SCBD), Selasa (19/8).
Tak hanya dari sisi profitabilitas, kekuatan likuiditas Citi juga terjaga. Rasio Liquidity Coverage (LCR) dan Net Stable Funding (NSFR) masing-masing tercatat di level 295 persen dan 160 persen. Masih jauh melampaui ketentuan minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rasio kecukupan modal alias Capital Adequacy Ratio (CAR) juga naik menjadi 40,1 persen.
Menurut Batara, capaian ini mencerminkan ketahanan bisnis di tengah gejolak global. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan kenaikan rasio dana murah menunjukkan kekuatan fundamental. Didukung jaringan global Citi yang menjadi kunci dalam membantu klien institusional lintas negara beradaptasi dan bertumbuh di era baru.
"Keunggulan jaringan global Citi, didukung dengan penyediaan layanan dan solusi digital keuangan Citi yang menyeluruh, terus menjadi pembeda utama, terutama dalam beradaptasi," ujarnya.
Batara menjelaskan, segmen Corporate Banking tetap jadi mesin utama pertumbuhan. Citi juga terus memperkuat layanan untuk perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, hingga sektor publik.
Pada unit Treasury and Trade Solutions (TTS), pertumbuhan juga tercatat positif. Volume kliring mata uang asing naik 17 persen. Sedangkan penggunaan kartu komersial meningkat 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kami tetap menjalankan prinsip kehati-hatian di tengah tantangan ekonomi dan volatilitas pasar ke depan," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
