Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 01.57 WIB

Menapaki Sejarah Pegangsaan Timur 56: TKP Bung Karno Bacakan Proklamasi yang kini jadi Taman Proklamasi

Monumen Pahlawan Proklamator Sukarno-Hatta menjadi simbol kuat peringatan kemerdekaan Indonesia, Jakarta, Jumat (15/8). (Ryandi Zahdomo/Jawapos)

 

JawaPos.com - Pagi itu, 17 Agustus 1945, suasana Jakarta masih mencekam. Tentara Jepang masih berkeliaran, tetapi semangat rakyat untuk merdeka tak terbendung lagi. Tepat pukul 10.00 WIB, Soekarno berdiri di teras rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur 56. Dengan suara lantang, ia membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Momen itu hanya berlangsung beberapa menit, namun menjadi detik-detik paling bersejarah dalam perjalanan bangsa. Kini, bekas rumah tersebut sudah berubah menjadi Taman Proklamasi, lengkap dengan tugu dan monumen yang terus mengingatkan generasi penerus pada peristiwa monumental itu.

Tak banyak yang tahu, rumah di Pegangsaan Timur 56 awalnya bukanlah milik Bung Karno. Bangunan bergaya Art Deco itu sebelumnya ditempati pejabat Belanda, Baron van Asbeck, lalu digantikan P.R. Feith.

Barulah pada 1942, Soekarno menempati rumah itu bersama istrinya, Inggit Garnasih. Empat tahun kemudian, teras rumah sederhana ini menjadi titik awal lahirnya Republik Indonesia.

"Di Tugu Petir itu tempat Bung Karno membacakan teks proklamasi. Itu dulunya halaman rumah Bung Karno," ujar Ary, salah seorang petugas di Taman Proklamasi kepada JawaPos.com.

Sejatinya terdapat dua lokasi yang menjadi opsi pembacaan teks proklamasi. Yakni, di Lapangan IKADA (sekarang kawasan Monas) dan rumah Sukarno. Namun, Lapangan IKADA itu urung dipilih lantaran masih dijaga ketat oleh tentara Jepang.

Demi keamanan, Bung Karno memutuskan untuk menggelar pembacaan di rumahnya sendiri. Keputusan itu terbukti tepat. Tanpa perlu barisan besar dan panggung megah, justru dari teras rumah sederhana itulah kemerdekaan Indonesia dikumandangkan ke seluruh dunia.

TUGU PERINGATAN SATOE TAHOEN. Dibangun pada 1946 oleh Ikatan Wanita Djakarta. Berbentuk obelisk kecil, tugu ini menandai perayaan setahun kemerdekaan. (Ryandi Zahdomo/Jawapos)


Tugu-tugu Peringatan di Taman Proklamasi

Untuk mengenang detik-detik bersejarah itu, sejumlah monumen kemudian dibangun di lokasi bekas rumah Bung Karno.

Tugu Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia

Dibangun pada 1946 oleh Ikatan Wanita Djakarta. Berbentuk obelisk kecil, tugu ini menandai perayaan setahun kemerdekaan. Mereka tergabung dalam organisasi Pemuda Puteri Indonesia (PPI) dan Wanita Indonesia. 

Nama-nama seperti Johanna "Yos" Masdani Tumbuan, Mien Wiranatakusumah, Zus Ratulangi (putri Sam Ratulangi), Zubaedah, hingga Nyonya Gerung tercatat sebagai penggeraknya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore