
Sejumlah siswa mengikuti masa Pengenalan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jl. Margaguna Raya, Radio Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2025). (Dery Ridwansah/
JawaPos.com - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyoroti tumpang tindih dalam program SMA unggul Garuda dan Sekolah Rakyat.
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengambil contoh soal fenomena murid dan guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri. Bagi P2G, ini merupakan pertanda bahwa ada tumpang tindih tata kelola multisistem sekolah. Sebab, Kementerian Sosial tidak punya reputasi mengelola sekolah apalagi sekolah berasrama dan seharusnya masalah ini bisa dideteksi dari awal.
Dari sisi anggaran, RAPBN 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24,9 triliun untuk dua tahap pembangunan 200 Sekolah Rakyat. Kemudian, untuk 9 SMA Unggul Garuda sebesar Rp 9 Triliun. Sementara untuk revitalisasi 12.560 sekolah dan madrasah hanya sebesar 22,5 Triliun.
“Kami melihat alokasi ini tumpang tindih dan tidak tepat sasaran, revitalisasi 12 ribu sekolah dan madrasah anggarannya lebih kecil daripada 200 sekolah rakyat. Padahal 12 ribu sekolah tersebut menampung jutaan murid,” tegasnya.
Angka ini sangat kontras dengan 200 Sekolah Rakyat yang hanya menampung sekitar 100 ribu murid saja. Bahkan tiap murid Sekolah Rakyat mendapatkan laptop.
“Ini jelas diskriminasi, sebab di sekolah umum juga ada anak-anak yang dari jalur afirmasi keluarga miskin, tapi tidak mendapatkan fasilitas semewah dan selengkap anak-anak di Sekolah Rakyat. Padahal mereka sama-sama anak Indonesia dan sama-sama dari keluarga miskin,”sambungnya.
Terakhir, Satriwan turut mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai pendidikan dasar gratis. Sehingga sekolah-sekolah swasta, madrasah-madrasah swasta yang tetap dapat menyelenggarakan pendidikan yang dibiayai oleh negara sebagaimana perintah MK.
“Meski keputusan MK menyatakan proses ini bisa bertahap, tapi harus dimulai. Jangan diabaikan,” tuturnya.
Dia meminta agar pemerintah segera membuat program awal agar mempermudah rakyat mengakses sekolah, baik negeri maupun swasta. “Jangan hanya sekolah yang menjadi program prioritas pemerintah adalah Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda,” pungkasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
