
ILUSTRASI. Sejumlah siswa kelas XII mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA 70 Jakarta, Senin (03/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Ardi Findyartini, mengungkapkan pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan satu SMA Unggul Garuda Baru.
Titin, sapaan akrab Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa besaran anggaran pembangunan setiap sekolah dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi dan karakteristik masing-masing lokasi, seperti faktor demografi dan kebutuhan infrastruktur. Meski demikian, kisarannya tetap berada di angka Rp 200 miliar per sekolah, khusus untuk biaya pembangunan fisik.
“Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena masing-masing lokasi memiliki faktor tertentu, seperti demografi dan lain sebagainya, sehingga kisarannya sekitar Rp200 miliar untuk pembangunannya saja,” kata Titin dalam agenda seleksi SMA Unggul Sekolah Garuda Baru di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2).
Ia menegaskan, angka tersebut belum mencakup biaya operasional, seperti pengadaan fasilitas, gaji guru, dan tenaga kependidikan. Untuk menjamin keberlanjutan operasional sekolah, pemerintah telah menyiapkan skema Dana Abadi di luar anggaran pembangunan.
“Sudah diperhitungkan hingga tahun 2029, bahkan kami juga memikirkan keberlanjutan setelah itu melalui skema Dana Abadi,” jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie, menyatakan ketersediaan tenaga pendidik menjadi kunci keberhasilan program Sekolah Garuda.
Pemerintah pun membuka rekrutmen untuk guru, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bagi empat Sekolah Garuda baru yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027.
Sebanyak 96 guru dan 20 pimpinan sekolah dibutuhkan dalam rekrutmen tersebut. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) di sscasn.bkn.go.id.
Batas akhir pendaftaran untuk guru adalah 16 Februari 2025, sedangkan untuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah ditutup pada 15 Februari 2025.
“Tahun ini, empat Sekolah Garuda baru akan dibuka untuk tahun ajaran 2026–2027. Kita membutuhkan 96 guru serta 20 posisi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah,” ujar Stella.
Ia menegaskan, seleksi ini diperuntukkan khusus bagi guru-guru berprestasi dari seluruh Indonesia. Menurutnya, kualitas guru dan pimpinan sekolah sangat menentukan mutu pendidikan yang akan diterima siswa.
“Kami memanggil guru-guru berprestasi untuk mendaftar sebagai guru, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah. Waktu pendaftaran tinggal sebentar lagi,” tuturnya.
Calon pelamar harus memenuhi sejumlah ketentuan persyaratan umum:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Usia maksimal 32 tahun per 1 Mei 2026.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
