Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 04.30 WIB

Miris Anak-anak hanya Menyanyikan Lagu Orang Dewasa, Kementerian Kebudayaan Gelar KILA 2025

Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) terus mendorong tumbuhnya ekosistem lagu anak di Indonesia, salah satunya lewat KILA 2025. (istimewa) - Image

Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) terus mendorong tumbuhnya ekosistem lagu anak di Indonesia, salah satunya lewat KILA 2025. (istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) terus mendorong tumbuhnya ekosistem lagu anak di Indonesia. Salah satunya, diwujudkan melalui penyelenggaraan KILA (Kita Cinta Lagu Anak) 2025. 

Berjalan lebih dari lima tahun, tahun ini KILA diselenggarakan sedikit berbeda. Bakal ada pentas drama musikal anak-anak bertajuk “Harmoni Sahabat KILA” pada 19 Agustus 2025, di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. 

"Jadi, KILA ini merupakan sebuah gerakan nasional yang bertujuan menghidupkan kembali semangat penciptaan dan penampilan lagu anak Indonesia yang berkualitas," ujar Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dalam taklimat media terkait KILA 2025, di Jakarta, Selasa (12/8). 

Dengan semakin banyaknya lagu anak-anak yang diciptakan dalam KILA 2025, dia berharap, lagu-lagu anak Indonesia bisa tumbuh dan berkembang di kalangan anak-anak. Dengan begitu, anak-anak tak lagi menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang lirik-liriknya tidak sesuai dengan usia mereka. 

"Jangan sampai anak-anak menyanyikan lagu-lagu dewasa, nanti anak-anak itu jadi dewasa sebelum waktunya gitu ya," ungkapnya.

Selain itu, diharapkan lagu-lagu KILA tidak hanya sekadar menghibur saja. Tapi juga menjadi sarana pembangunan karakter anak-anak. Mengingat, lagu-lagu tersebut telah terseleksi dan terkurasi dengan baik sesuai dengan tema yang ditetapkan. 

"Kita harapkan event ini dapat berkesinambungan, sustainable, terutama sebagai bentuk afirmasi dari Kementerian Kebudayaan terhadap lagu-lagu anak baik lagu ciptaannya maupun yang dinyanyikan oleh mereka," paparnya.  

Diakuinya, tantangan membumikan lagu anak-anak ini cukup besar. Jika di zaman dahulu, penyebaran lagu hanya terfokus pada radio dan televisi saja namun kini berbeda. Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk menyebarkan lagu-lagu ini. Sehingga, distraksi dari lagu-lagu dewasa pun akan cukup massif.

Karenanya, dengan semakin banyaknya lagu anak-anak ini maka dapat semakin masif pula penyebarannya. "Karenanya lagu anak-anak ini tentu diharapkan menarik, menghibur, dan indah gitu ya," sambungnya. 

Disinggung soal royalti lagu anak KILA, Fadli Zon mengaku tidak terlalu terdampak. Karena memang belum sebanyak itu. Namun dia memastikan, akan ada jalan tengah terkait permasalahan royalti ini sehingga tidak menghambat penyebaran lagu Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore