Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 09.20 WIB

Sepekan Jelang Peringatan Hari Kemerdekaan RI, Ribuan Umat Islam Ikut Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal Jakarta

Ribuan jemaah memadati Masjid Istiqlal untuk mengikuti Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara (10/8) malam. (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Ribuan jemaah memadati Masjid Istiqlal untuk mengikuti Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara (10/8) malam. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ribuan umat Islam dari penjuru Indonesia memadati Masjid Istiqlal pada Minggu (10/8) malam. Mereka mengikuti Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara yang diselenggarakan JATMA Aswaja, sepekan jelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia. 

Sedianya zikir akbar itu akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Tetapi karena mengikuti acara di Bandung, Prabowo tidak jadi hadir di Istiqlal. Meskipun begitu tidak mengurangi animo umat Islam untuk berzikir.

Jamaah terlihat menyemut sampai di luar selasar utama Masjid Istiqlal. Kegiatan zikir dilaksanakan setelah Salat Isya.

Kegiatan zikir dipimpin oleh Ketua Umum JATMA Aswaja Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau akrab disapa Habib Luthfi. 

Dalam kesempatan itu, Sekjen JATMA Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan, kegiatan zikir itu dilakukan dalam rangka rasa syukur menyambut HUT ke-80 tahun Indonesia.

"Usia kemerdekaan ini anugerah tersendiri, bagi kami bersama 50 ribu jemaah yang hadir," jelasnya. 

Helmy mengatakan zikir adalah perwujudan cinta kepada agama. Di sisi lain, cinta kepada agama tidak bisa dipisahkan dengan cinta kepada tanah air.

Dia mengatakan, cinta tanah air adalah bagian dari cinta kepada agama. Pemilihan lokasi Masjid Istiqlal juga menjadi simbol kemerdekaan Indonesia. 

Undang Pemuka Agama Lain

"Ini adalah Masjid bersejarah. Simbol dari toleransi, simbol dari nasionalisme. Karena Istiqlal itu dari Bahasa Arab yang artinya kemerdekaan," tuturnya.

Sementara itu Masjid Istiqlal juga sebagai simbol toleransi, karena lokasinya berseberangan dengan Katedral Jakarta. Kegiatan Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara itu juga mengundang pemuka agama dari agama-agama lainnya. 

Lewat Ikrar Bela Negara itu, Helmy mengajak masyarakat untuk memegang komitmen mengawal Pancasila dan NKRI sebagai kesepakatan final bangsa Indonesia.

"Pesan berikutnya, terus membangun kohesi sosial di masyarakat," jelasnya. Agar menekan adanya ancaman disintegrasi bangsa karena faktor ekonomi, politik, budaya, dan lainnya. 

Kemudian menyambut hari kemerdekaan ke-80 yang jatuh pada 17 Agustus mendatang, ia berharap negara semakin hadir di tengah-tengah masyarakat.

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah program yang dinilai pro rakyat. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan lainnya.

"Kami memandang ini bagian dari afirmasi agar yang menikmati berbagai macam pembangunan ini tak sedikit orang. Tetapi juga dinikmati banyak orang," pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore