
Pengunjung memilih beras premium di Hypermart Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/7/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Seminggu terakhir beras premium di sejumlah gerai minimarket sampai supermarket di Jabodetabek menghilang.
Masyarakat yang biasanya membeli beras premium kemasan terpaksa beralih ke beras eceran. Selain harganya lebih mahal, kualitas beras eceran tidak terjamin karena sulit pemantauannya.
Kelangkaan beras premium di toko ritel sejatinya sudah muncul sejak sepekan terakhir. Gejalanya adalah mulai diterapkan pembatasan satu konsumen hanya boleh membeli satu kemasan saja.
Berselang beberapa hari kemudian, stok sama sekali tidak ada. Mulai dari gerai Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan sejenisnya kosong.
Agung Setiawan, warga Kota Depok, Jawa Barat mengatakan rutin membeli beras premium kemasan. Karena lebih terjamin kualitasnya dibandingkan membeli eceran.
"Terakhir sekitar satu pekan lalu saya masih bisa membeli beras premium secara online," katanya.
Beras yang dia beli merek Topi Koki Setra Ramos dan Topi Koki SLYP Kuning. Keduanya adalah beras premium. Sekarang stoknya sudah tidak ada lagi di gerai minimarket maupun lapak online.
Dia terpaksa membeli beras eceran di toko beras. Di Depok takaran beras eceran adalah liter. Harganya berkisar Rp 12.000 sampai Rp 14.000 per liter. Tidak ada keterangan beras yang dijual eceran itu kategori premium atau medium.
Dari pemerintah belum ada komentar mengenai kelangkaan beras premium di toko-toko ritel tersebut.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman justru menjelaskan mengenai beras oplosan yang mereka bongkar beberapa waktu lalu.
Keberadaan beras oplosan itu menghebohkan publik. Total ada 212 merek beras oplosan yang ditemukan Kementan. Kemudian dilaporkan ke Satgas Pangan Mabes Polri. Kemudian berujung penetapan enam tersangka berss oplosan.
Mereka berasal dari dua produsen beras premium kemasan yang berbeda. Yaitu Food Station Tjipinang Jaya dan PT Padi Indonesia Maju (PIM).
Amran mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi beras oplosan. "Karena oplosannya itu beras juga," kata Amran di kantornya (7/8). Berbeda dengan miras oplosan yang bisa membuat nyawa melayang.
Dia menerangkan, beras oplosan itu maksudnya kandungan beras patahannya tidak sesuai aturan.
Beras Premium ketentuannya maksimal campuran beras patahannya adalah 15 persen. Kemudian untuk beras medium, campuran beras patahannya maksimal 25 persen. Jika melebihi itu, beras tidak sesuai standar dan disebut oplosan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
