
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko. (Istimewa)
JawaPos.com-Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan bahwa pendekatan pengentasan kemiskinan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi mengandalkan bantuan sosial tunai semata.Strategi yang diambil lebih maju dan bersifat mendasar, yaitu melalui pemenuhan Universal Basic Service (UBS) atau layanan dasar universal.
“Presiden Prabowo Subianto itu fokus kepada pemenuhan universal basic service, bukan sekadar bansos. UBS mencakup sekolah rakyat bagi keluarga miskin, makanan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, hingga penyediaan rumah untuk tiga juta orang miskin,” ujar Budiman dalam pernyataannya saat menghadiri Festival Filantropi di Jakarta, Kamis (7/8).
Dia menjelaskan bahwa pemenuhan UBS merupakan bentuk pemberdayaan yang lebih strategis. Sebab, tidak hanya memberikan bantuan instan, tetapi membekali masyarakat dengan ilmu, kesehatan, dan nutrisi, sebagai fondasi kemandirian jangka panjang.
“Kalau dulu pengentasan kemiskinan banyak berbasis pada transfer uang tunai, sekarang arahnya lebih tinggi. Kita tidak hanya memberi ikan, tapi juga kailnya. Pemerintah Pak Prabowo ingin menciptakan masyarakat miskin yang berdaya melalui pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi,” kata Budiman.
Menurut dia, pendekatan ini jauh lebih komprehensif karena menyentuh akar permasalahan kemiskinan. Anak-anak dari keluarga prasejahtera diberikan akses pendidikan yang layak, tubuh mereka dijaga dengan gizi dan pemeriksaan kesehatan rutin, dan keluarga miskin diberikan hunian yang layak. Semua itu masuk dalam skema UBS sebagai fondasi Indonesia maju.
Budiman juga menyampaikan pentingnya sinergi antara negara dan masyarakat, termasuk sektor swasta, dalam mendukung agenda pemberdayaan. Di acara Festival Filantropi yang mempertemukan para dermawan dari kalangan pengusaha, Budiman menyampaikan bahwa kedermawanan sebaiknya diarahkan untuk memperkuat pemenuhan UBS.
“BP Taskin melihat bahwa semangat kedermawanan ini harus dikaitkan langsung dengan penguatan layanan dasar. Kita dorong agar kontribusi sektor filantropi tidak hanya bersifat karitatif, tapi juga masuk ke sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi,” tandas Budiman.
Dengan fokus pada UBS, pemerintahan Prabowo Subianto disebut berupaya mengubah paradigma bantuan menjadi pemberdayaan yang bukan sekadar memadamkan api, tapi membangun fondasi untuk masa depan yang lebih kuat.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
