Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 16.23 WIB

Evaluasi Kasus Pendaki Jatuh dan Butuh Pertolongan Cepat, Basarnas Latih Penjaga Gunung soal Penyelamatan dan Evakuasi

Personel basarnas saat proses evakuasi Juliana Marins di gnung rinjani. Penjaga gunung dan hutan akan dibekali kemampuan pertolongan darurat. (Basarnas) - Image

Personel basarnas saat proses evakuasi Juliana Marins di gnung rinjani. Penjaga gunung dan hutan akan dibekali kemampuan pertolongan darurat. (Basarnas)

JawaPos.com - Para penjaga gunung dan hutan di Indonesia akan mendapatkan pelatihan kemampuan rescue atau penyelamatan darurat. Pelatihan kedaruratan dan penyelamatan itu akan dilakukan oleh Basarnas. 

Rencana itu merupakan bagian dari respons atas kecelakaan saat pendakian yang dialami sejumlah pendaki belakangan ini. seperti Juliana Marina asal Brasil dan Sarah Tamar Van Hulten, saat mendaki di Gunung Rinjani NTB.

Selain penjaga gunung dan hutan, pelatihan itu juga menyasar Polisi Hutan (Polhut) di bawah naungan Kementerian Kehutanan (Kememhut).

Komitmen pelatihan tersebut tertuang dalam penandatanganan kerja sama antara Menhut Raja Juli Antoni bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Jakarta (5/8).

Syafii mengatakan, kerja sama ini menjadi landasan dalam kolaborasi terkait pemanfaatan sumber daya hingga peningkatan sistem keselamatan.

“Meliputi pengembangan dan peningkatan sistem keselamatan, latihan pencarian dan pertolongan, peningkatan kapasitas manusia dan kerjasama lain yang disepakati bersama,” ujarnya. 

Sementara itu Menhut Raja Juli Antoni menyambut baik kolaborasi dengan Basarnas tersebut. Kerja sama itu dilakukan guna meningkatkan sistem keselamatan hingga pelatihan dalam melakukan evakuasi.

Bagi dia kerjasama tersebut sangat penting. Karena Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, tanpa peran relawan atau petugas di lokasi. “Potensi kedaruratan itu juga membutuhkan spirit volunteerism dari berbagai pihak,” ujar Raja.

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Sehingga memiliki banyak taman nasional yang perlu dikelola dengan baik.

Antusiasme Wisatawan ke Taman Nasional Tumbuh

Raja Juli berharap dengan adanya kerjasama dengan Basarnas, nantinya dapat meningkatkan potensi SAR. Tujuannya supaya nantinya pencarian atau penanganan kecelakaan dapat dilakukan lebih baik.

Ia mengatakan, saat ini mulai tumbuh antusiasme masyarakat untuk mengunjungi sejumlah taman nasional di Indonesia. Termasuk mengunjungi gunung-gunung. "Sebenarnya ini adalah tren yang baik sekali. Tetapi tentu harus disiapkan edukasi, peraturan,” katanya. 

Raja Juli berharap MoU ini tidak hanya seremonial semata. Tetapi benar-benar didedikasikan untuk mendidik lebih banyak lagi potensi-potensi SAR di kalangan masyarakat.

Termasuk Polisi Hutan dan para kepala taman nasional. Sehingga kalau terjadi sesuatu yang darurat, bisa ditangani lebih baik, cepat, dan tepat. 

Selain dengan Basarnas,Kemenhut juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

Penandatanganan ini dilakukan ⁠terkait sinergi kualitas penanganan dan pengaduan masyarakat di ruang lingkup pemerintahan. Dengan adanya kerjasama itu, bisa terbangun good and clean governance. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore