Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 01.19 WIB

Puluhan Calon Pemimpin Angkatan Laut dari Berbagai Negara Ikut Pelayaran Bersama KRI Bima Suci

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan melakukan courtesy call dengan puluhan kadet dari berbagai negara yang terlibat dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2025. (TNI AL) - Image

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan melakukan courtesy call dengan puluhan kadet dari berbagai negara yang terlibat dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2025. (TNI AL)

JawaPos.com -  Sebanyak 38 kadet dan 16 perwira pendamping asing dari berbagai negara bakal berlayar selama 15 hari menggunakan KRI Bima Suci milik TNI AL. Mereka terjadwal bertolak dari Jakarta untuk melaksanakan ASEAN Plus Cadet Sail 2025 yang diselenggarakan bersamaan dengan pelayaran muhibah kapal layar latih tersebut. 

Menjelang keberangkatan para kadet tersebut, mereka melaksanakan courtesy call bersama Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat (Jakpus). Kepada awak media, Yayan menyampaikan, TNI AL menyambut baik puluhan kadet sebagai calon pemimpin masa depan Angkatan Laut dari berbagai negara terlibat dalam pelayaran itu. 

”Ini merupakan momentum yang sangat strategis,” kata perwira tinggi bintang dua TNI AL tersebut. 

Secara keseluruhan ada 11 negara ASEAN dan 9 negara mitra ASEAN yang mengirim kadet-kadet mereka untuk terlibat dalam pelayaran tersebut. Termasuk negara-negara yang kini tengah berkonflik seperti Kamboja dan Thailand. Menurut Yayan, TNI AL terbuka kepada setiap negara yang ingin berpartisipasi dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2025.

”Sejak awal tadi saya sudah sampaikan, dengan kolaborasi global sejak dini, dalam mindset mereka (para kadet dari berbagai negara) akan tertanam arti persahabatan dunia, sehingga berbagai macam konflik diharapkan bukan dengan penetrasi konflik, tetapi dengan penetrasi pendekatan-pendekatan kerja sama,” ucap Yayan. 

Berdasar data, negara-negara yang mengirimkan kadet mereka terdiri atas Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Timor Leste, Australia, Tiongkok, Jerman, India, Italia, Jepang, Pakistan, Korea Selatan, Rusia, Turki, dan Inggris. Seluruhnya memiliki kesamaan untuk membangun persahabatan sejak dini. 

”Ada sejumlah negara-negara besar, negara dengan kekuatan Angkatan Laut yang kuat, diperhitungkan di dunia. Kadetnya datang kesini, bergabung dengan kita dan kolaborasi kita adalah penetrasi diplomasi. Tentunya mereka akan diskusi, pembangunan kekuatan di masing-masing negara diharapkan bukan untuk perang, tetapi untuk menghindari perang,” tegasnya. 

Dalam pelayaran tersebut, para kadet itu bakal singgah di berbagai daerah. Kemudian melakukan  courtesy call dengan pejabat-pejabat Angkatan Laut di daerah tersebut. Tidak hanya itu, mereka bakal dikenalkan dengan jalur-jalur pelayaran strategis Indonesia. Kemudian berdialog dengan para pembuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri. 

”Kemudian mereka juga akan melaksanakan culture program. Sehingga disitulah peran diplomasi militer, peran diplomasi Angkatan Laut merangkul diplomasi budaya. Diplomasi budaya, diplomasi perdagangan, dan sebagainya. Karena selama pelayaran mereka akan dikenalkan dengan produk-produk unggulan Indonesia,” ucap Yayan. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore