
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan melakukan courtesy call dengan puluhan kadet dari berbagai negara yang terlibat dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2025. (TNI AL)
JawaPos.com - Sebanyak 38 kadet dan 16 perwira pendamping asing dari berbagai negara bakal berlayar selama 15 hari menggunakan KRI Bima Suci milik TNI AL. Mereka terjadwal bertolak dari Jakarta untuk melaksanakan ASEAN Plus Cadet Sail 2025 yang diselenggarakan bersamaan dengan pelayaran muhibah kapal layar latih tersebut.
Menjelang keberangkatan para kadet tersebut, mereka melaksanakan courtesy call bersama Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat (Jakpus). Kepada awak media, Yayan menyampaikan, TNI AL menyambut baik puluhan kadet sebagai calon pemimpin masa depan Angkatan Laut dari berbagai negara terlibat dalam pelayaran itu.
”Ini merupakan momentum yang sangat strategis,” kata perwira tinggi bintang dua TNI AL tersebut.
Secara keseluruhan ada 11 negara ASEAN dan 9 negara mitra ASEAN yang mengirim kadet-kadet mereka untuk terlibat dalam pelayaran tersebut. Termasuk negara-negara yang kini tengah berkonflik seperti Kamboja dan Thailand. Menurut Yayan, TNI AL terbuka kepada setiap negara yang ingin berpartisipasi dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2025.
”Sejak awal tadi saya sudah sampaikan, dengan kolaborasi global sejak dini, dalam mindset mereka (para kadet dari berbagai negara) akan tertanam arti persahabatan dunia, sehingga berbagai macam konflik diharapkan bukan dengan penetrasi konflik, tetapi dengan penetrasi pendekatan-pendekatan kerja sama,” ucap Yayan.
Berdasar data, negara-negara yang mengirimkan kadet mereka terdiri atas Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Timor Leste, Australia, Tiongkok, Jerman, India, Italia, Jepang, Pakistan, Korea Selatan, Rusia, Turki, dan Inggris. Seluruhnya memiliki kesamaan untuk membangun persahabatan sejak dini.
”Ada sejumlah negara-negara besar, negara dengan kekuatan Angkatan Laut yang kuat, diperhitungkan di dunia. Kadetnya datang kesini, bergabung dengan kita dan kolaborasi kita adalah penetrasi diplomasi. Tentunya mereka akan diskusi, pembangunan kekuatan di masing-masing negara diharapkan bukan untuk perang, tetapi untuk menghindari perang,” tegasnya.
Dalam pelayaran tersebut, para kadet itu bakal singgah di berbagai daerah. Kemudian melakukan courtesy call dengan pejabat-pejabat Angkatan Laut di daerah tersebut. Tidak hanya itu, mereka bakal dikenalkan dengan jalur-jalur pelayaran strategis Indonesia. Kemudian berdialog dengan para pembuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri.
”Kemudian mereka juga akan melaksanakan culture program. Sehingga disitulah peran diplomasi militer, peran diplomasi Angkatan Laut merangkul diplomasi budaya. Diplomasi budaya, diplomasi perdagangan, dan sebagainya. Karena selama pelayaran mereka akan dikenalkan dengan produk-produk unggulan Indonesia,” ucap Yayan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
