Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 12.54 WIB

Konsumsi Berlebih Berita Negatif Bisa Menyebabkan Kelelahan Mental? Ini Tips Mengatasinya.

Ilustrasi Konsumsi Berlebih Berita Negatif (freepik) - Image

Ilustrasi Konsumsi Berlebih Berita Negatif (freepik)

Jawapos.com- Social media dapat dijadikan salah satu media untuk memberikan berbagai informasi termasuk unggahan berita. Banyaknya berbagai topik berita termasuk berita negatif yang tersebar di media sosial dan dikonsumsi berlebihan oleh penggunanya dapat berdampak pada kesehatan mental.

Dilansir dari laman American Psychological Association pada Kamis (24/7), penelitian terbaru oleh Hwang, J. beserta rekannya yang mempelajari tentang pencarian berita dan respon emosional ditemukan bahwa banyaknya eksposur berita utama terkini/headlines baik diterbitkan secara konvensional maupun diunggah di media sosial dapat melemahkan kesehatan mental.

Survei penelitian yang telah dilakukan pada 2.251 orang dewasa pada musim semi tahun 2020, ditemukan bahwa semakin banyak frekuensi seseorang mengonsumsi informasi COVID-19 melalui berbagai media berita seperti televisi, koran maupun sosial media cenderung mengalami tekanan emosional.

Hasil penelitian menunjukan pula bahwa konsumsi berlebih berita COVID-19 dapat menyebabkan pembaca berita merasa cemas, kewalahan, atau takut apa yang akan mungkin terjadi sejak munculnya Covid-19.

Secara umum, semua jenis konsumsi media berita termasuk pula berita negatif meningkatkan tekanan emosional, dampak tersebut akan lebih besar dirasakan oleh pembaca berita melalui media televisi dan sosial media.

Ditemukan pula orang dewasa yang lebih muda dan perempuan cenderung lebih rentan pada tekanan emosional dibandingkan dengan orang-orang bersifat konservatif.

Dilansir dari Verywellmind pada Kamis (24/7), Logan Jones, PSYD menjelaskan pula bahwa mengonsumsi terlalu banyak berita seperti berita kejahatan, wacana politik hingga berita menegangkan, baik secara aktif maupun pasif, bisa sangat tidak baik dan berdampak pada suasana hati pembaca berita. Jones mengatakan pula mengatakan bahwa siaran berita yang menakut-nakuti tetap akan memberikan efek negatif pada jiwa seseorang.

Annie Miller, MSW, LCSW-C, LICSW menjelaskan bahwa terus-menerus mengonsumsi berita bisa berbahaya bagi seseorang, karena paparan informasi/berita negatif yang berlarut dapat mempengaruhi otaknya.

Membaca berita dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon stress seperti kortisol dan adrenalin. Miller menjelaskan pula ketika krisis dan seseorang merespon stress ini akan cenderung muncul gejala fisik dan beberapa gejala yang paling umum seperti kelelahan, kecemasan, depresi, dan kesulitan tidur.

Tips Mengatasi Kelelahan Mental akibat Konsumsi Berita Negatif

Kelelahan mental akibat konsumsi berita negatif dapat diminimalisir dan diatasi agar seseorang tetap memperoleh informasi dan/atau berita. Dilansir dari laman Change Mental Health pada Kamis (27/4), tips yang dapat dilakukan diantaranya,

  1. Ambil jeda/istirahat

Seseorang tetap ingin memperoleh informasi/berita dan berempati pada apa yang dihadapi orang lain. Namun, hal ini dapat berdampak serius pada pikiran seseorang. Mengambil jeda untuk mengonsumsi informasi/berita termasuk berita negatif dapat sangat membantu, karena pikiran dapat lebih peka terhadap informasi yang diterima. Jeda konsumsi informasi/berita dapat dilakukan selama satu jam, sehari, seminggu, atau lebih lama jika diperlukan.

  1. Hindari doomscrolling

Doomscrolling merupakan kondisi dimana seseorang dapat menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyerap berita negatif. Kondisi tersebut lama-kelamaan dapat memperburuk rasa takut dan cemas. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindarinya adalah dengan membaca berita pada waktu tertentu dalam sehari dengan durasi terbatas dan berusaha tetap konsisten melakukan rutinitas tersebut. Selain itu, usahakan tidak mengonsumsi berita negatif larut malam karena suasana hati kita cenderung menurun di malam hari.

  1. Lakukan kegiatan atau aktivitas yang nyaman setelah mengonsumsi berita

Tubuh dan pikiran seseorang dapat terasa tertekan dan cenderung stress setelah mengonsumsi banyak berita. Aktivitas baru dapat membantu mengatur stress seperti berjalan santai di luar ruangan.

  1. Tetap menyadari topik berita yang dikonsumsi

Penting bagi seseorang untuk memantau berapa banyak informasi/berita yang dikonsumsi, khususnya berita negatif seperti kekerasan. Konsumsi berita dari sumber/media yang terpercaya dinilai penting untuk menghindari adanya kekhawatiran dan spekulasi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore