Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 19.27 WIB

Jajarannya Kerap Tersangkut Kasus Korupsi, Menteri Dody Hanggodo Lakukan Bersih-Bersih untuk 524 Pejabat Kementerian PU

Menteri PU Dody Hanggodo saat rapat bersama DPR. (ANTARA) - Image

Menteri PU Dody Hanggodo saat rapat bersama DPR. (ANTARA)

JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan penyegaran struktur pejabat di Kementerian PU. Yaitu, dengan memutasi 524 pejabat eselon dua dan tiga. Mutasi itu juga termasuk untuk jabatan kepala Balai di Direktorat Bina Marga dan Direktorat Sumber Daya Air se-Indonesia. 

Dody Hanggodo menuturkan, 524 pejabat eselon dua dan tiga ini dilantik menandai langkah strategis kelembagaan Kementerian PU untuk meningkatkan kapasitas dan menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. "Bagi kami pelantikan hari ini merupakan bagian dari tindak lanjut implementasi peraturan menteri PU nomor 1 tahun 2024 tentang organisasi dan tata kerja," ujarnya. 

Pelantikan ini juga merupakan penajaman kerja kementerian PU. Dia berpesan kepada setiap pejabat yang baru saja dilantik. "Saya minta semua pejabat yang dilantik untuk menghadirkan Tuhan di hatinya. Yang mengawasi itu bukan Irjen, bukan Sekjen, bahkan aparat penegak hukum sekalipun. Hanya diri sendiri yang bisa mengawasi," ujarnya di Jakarta pada Jumat (18/7). 
 
 
Dari hari ke hari tentunya peningkatan kinerja harus dilakukan. Dengan begitu kualitas pekerjaan juga bisa lebih baik. "Harapannya itu, agar pelayanan ke masyarakat meningkat," paparnya. 
 
Sebelumnya, Dody Hanggodo mencopot enam pejabat eselon satu di lingkungan Kementerian PU untuk menekan adanya kebocoran anggaran.
 
Sejak awal Kementerian PU dibelit sejumlah kasus. Dari adanya pejabat yang mengumpulkan uang dari kepala balai untuk pesta pernikahan yang terbukti dengan ditangkapnya seorang kepala biro membaya ribuan dollar amerika, operasi tangkap tangan KPK di Balai Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional (BPPJN) Wilayah I Sumut, hingga yang terbaru Kepala Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung ditetapkan tersangka korupsi di Kejati Babel. 
 
Dody menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus-menerus melakukan pembinaan secara kelembagaan, maupun secara sistem sebagai bagian dari upaya untuk mampu menurunkan kebocoran anggaran. Yang berarti adalah ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia bisa tekan sampai di bawah 6 sesuai target besar dari Kementerian PU. "Selain menekan kebocoran anggaran, yang juga harus kita kejakan adalah mengefisiensikan belanja infrastruktur," paparnya. 
 
 
ICOR ini sudah disorot sejak dahulu, dimulai dengan Almarhum Prof. Sumitro yang menginformasikan kepada semua bahwa ekonomi berbiaya tinggi dan pembangunan yang mahal merupakan suatu hal yang sangat-sangat tidak efektif bagi APBN . "Kita harus perbaiki dari waktu ke waktu, meningkatkan efisiensinya, dan menekan kebocoran di sana-sini," paparnya. 
 
Dia mengatakan, arahan Presiden Prabowo Subianto sudah klir bahwa kebocoran dan pemborosan harus dihentikan, bukan ditutup-tutupi, atau dilakukan pergerakan sana-sini yang tidak efektif. "Tapi benar-benar harus dihentikan, segera. Bukan besok, lusa, atau tahun depan, tapi segera. Dan kami semua di Kementerian PU berkomitmen melakukan pelangkah ini dengan sangat-sangat efektif dan secepat-cepatnya," urainya. 
 
Menurutnya, selain OTT KPK di Sumatera Utara beberapa saat lalu, Kementerian PU juga sedang mencermati ada proses hukum yang sedang berjalan pada BWS di Bangka Belitung. "Yang kalau kita hitung-hitung menyebabkan kebocoran anggaran di BWS Bangka Belitung hingga lebih dari 40 persen. Yang tentunya ini menunjukkan bahwa prediksi dari Prof Soemitro, atau prediksi dari Pak Prabowo itu sudah tepat, bahwa memang di PU ini sedang ada ketidakefisienan penggunaan anggaran. Inilah penyebab ICOR dibawah 6," urainya. 
 
 
Karena masalah-masalah ini di Sumatera Utara dan Bangka belitung, Kementerian PU telah menonaktifkan sementara para ASN yang sudah ditersangkakan. "Ada 5 orang dari Bangka belitung dan 1 orang di Sumatera Utara," tegasnya. (idr)
Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore