
Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres PSI, Benidiktus Papa (Kanan) bersama Koordinator Tim IT PSI Endika Wijaya (kiri) memonitoring verifikasi keanggotaan terkait Pemilihan Raya untuk menetapkan Ketua Umum di Data Center Basecamp DPP PSI, Jakarta, Se
JawaPos.com - Pesta demokrasi dalam partai politik selama ini dikenal dengan beragam nama. Ada muktamar, kongres, musyawarah nasional, dan sebagainya. Umumnya dalam pemilihan pucuk pimpinan parpol yang memiliki hak suara hanyalah kader tertentu yang diatur dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) parpol terkait.
Cara demikian tidak diterapkan di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam kongres yang bakal digelar pada Sabtu (19/7) mendatang, partai berlambang bunga mawar itu mengawali pesta demokrasinya dengan pemilihan raya yang memberikan hak suara kepada seluruh kadernya untuk memilih ketua umum. Alias one man one vote atau satu kader satu suara.
Menurut Pengamat politik Citra Institute Efriza, Pemilihan Raya yang dilakukan PSI mencerminkan partai super terbuka. "Jika melihat realitas saat ini bahwa PSI memberikan kepercayaan kepada kader-kadernya untuk memilih calon ketua umum, itu memang menunjukkan PSI telah menjadi partai super terbuka seperti yang telah diwacanakan selama ini," kata Efriza kepada wartawan pada Rabu (16/7).
Dia menyebut sistem Pemilihan Raya PSI seolah "mengejek" partai politik di Indonesia yang masih menerapkan sistem pemilihan ketua umum secara tertutup.
"PSI sedang 'mengejek' partai-partai lama dengan nilai baru dari penerapan partai super terbuka, sebab selama ini partai-partai lama dalam pemilihan ketua umum sifatnya hanya suara Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB). Banyak pula partai-partai lama menerapkan aklamasi," tegasnya.
Menurut dia, sistem Pemilihan Raya PSI menunjukkan sistem pemilihan ketua umum partai yang baik. Karena, kesetaraan suara dalam pemilihannya. "PSI juga menunjukkan nilai positif lainnya dengan satu orang kadernya, satu suara, satu nilai, OPOVOV, yang dikenal juga sebagai prinsip kesetaraan suara, ini benar-benar pemilu raya yang baik," ujar dia.
Oleh sebab itu, Efriza menilai sistem yang diterapkan PSI memberikan tamparan multak kepada partai politik lainnya di Indonesia.
"Ditambah pula, PSI menerapkan e-vote dalam memilih Ketua Umum ini menunjukkan PSI adalah partai modern di Indonesia, seakan 'menampar' partai-partai lama yang jadul," imbuh Efriza.
Sebagaimana diketahui, Pemilihan Raya PSI diikuti oleh tiga calon. Jumlah kader yang memiliki hak suara mencapai 187.306 anggota. Jumlah itu hasil verifikasi Panitia Kongres PSI.
Sekretaris Steering Committee Kongres PSI Beny Papa mengatakan, proses verifikasi dilakukan oleh Tim Data Centre DPP PSI sejak Mei 2025. Verifikasi dilakukan melalui pengiriman pesan WhatsApp kepada para anggota partai. Namun, tidak semua pesan berhasil dikirimkan. "Ada nomor sudah tidak aktif atau karena alasan lain. Beberapa juga menyatakan bukan anggota (PSI) lagi,” jelasnya.
Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 12-18 Juli 2025. Seluruh anggota yang telah terverifikasi dapat memberikan suara melalui situs web resmi PSI di vote.psi.id. Hasil Pemilihan Raya diumumkan dalam gelaran Kongres PSI yang dijadwalkan pada 19-20 Juli 2025 di Solo, Jawa Tengah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
