Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 01.55 WIB

Udara Terasa Lebih Dingin hingga Bisa 13 Derajat di Jawa Timur, BMKG Peringatkan Fenomena Bediding

Ilustrasi BMKG. BMKG/Antara - Image

Ilustrasi BMKG. BMKG/Antara

JawaPos.com - Udara di Jawa Timur terasa jauh lebih dingin dari biasanya, bahkan bisa turun hingga 13 derajat Celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa fenomena suhu dingin ini yang dikenal dengan istilah bediding, diperkirakan masih akan berlangsung sampai September 2025.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Firotul, menjelaskan bahwa bediding terjadi karena saat ini wilayah tersebut sedang memasuki musim kemarau. Musim ini ditandai dominasi angin timuran yang sifatnya kering dan membawa udara dingin.

“Fenomena ini biasa muncul pada Juli sampai September,” ujar Linda dilansir dari Antara, Senin (14/7).

Tak hanya angin timuran, kondisi langit yang cerah juga memperkuat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer saat malam hari, sehingga suhu menjadi lebih rendah.

Linda menambahkan, awal musim kemarau sebenarnya diprakirakan terjadi pada April hingga Juni, tetapi beberapa wilayah masih diguyur hujan akibat gangguan atmosfer seperti gelombang rossby, kelvin, dan MJO yang menghambat datangnya kemarau.

Di Malang Raya sendiri, kemarau mulai stabil pada akhir Mei hingga awal Juni. Dampak cuaca hujan di sejumlah daerah juga membuat suhu permukaan terasa lebih dingin.

“Karena membawa massa udara dingin dari awan ke bawah dan menghalangi pemanasan sinar matahari,” jelasnya.

Berdasarkan data rata-rata dari tahun 1991 hingga 2020, suhu minimum di Malang Raya umumnya berkisar 17-20 derajat Celsius. Namun saat ini bisa mencapai titik terendah 16 derajat, bahkan diprediksi saat puncak bediding pada Agustus nanti, suhu bisa menukik ke angka 13-15 derajat Celsius.

Fenomena bediding ini juga berpotensi memicu munculnya embun beku atau embun upas, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Ranupane yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kondisi ini bisa terjadi jika langit sangat cerah, angin tidak berhembus kencang, serta kelembapan udara cukup tinggi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore