
ilustrasi tsunami. Seismograf menunjukkan gempa. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami pasca gempa bumi magnitudo 7,7 di Sulawesi Utara (Sulut). Dari laporan petugas di lapangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gelombang tsunami minor telah terdeteksi di beberapa stasiun pemantau pantai.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa gelombang pertama tercatat di Loloda, Halmahera Barat pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 meter, disusul kedatangan gelombang di Ulusiau-Sitaro pada pukul 07.27 WIB setinggi 0,18 meter, serta di Melonguane, Kepulauan Talaud dengan ketinggian mencapai 0,19 meter.
”Seiring dengan deteksi anomali muka air laut tersebut, aktivitas tektonik di sekitar struktur sesar utama terpantau masih sangat aktif dengan pelepasan energi berupa serangkaian gempa bumi susulan (aftershocks) bermagnitudo signifikan di atas 5,” kata dia kepada awak media.
Berdasar catatan, rangkaian gempa bumi susulan itu diawali pada pukul 07.11 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,9 di lokasi 241 kilometer Barat Laut Pulau Karatung, diikuti gempa magnitudo 5,7 pada pukul 07.18 WIB di posisi 211 kilometer Barat Laut Pulau Karatung. Kemudian guncangan susulan kembali meningkat pada pukul 07.55 WIB dengan magnitudo 6.0 di 201 kilometer Barat Laut Tahuna.
”Akhirnya sensor BMKG kembali mencatat aktivitas susulan berkekuatan magnitudo 5,2 pada pukul 08.10 WIB di lokasi 172 kilometer Barat Laut Tahuna,” jelasnya.
Menurut Abdul Muhari, rentetan guncangan tersebut dirasakan dengan intensitas bervariasi oleh masyarakat di sejumlah wilayah terdekat. Guncangan cukup kuat terasa selama 3 hingga 4 detik di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sempat memicu kepanikan warga setempat. Sementara gempa bumi intensitas sedang dirasakan oleh warga Kabupaten Minahasa Utara selama 3 hingga 4 detik.
Sementara di Kota Manado warga sempat merasakan guncangan lebih kurang 2 hingga 3 detik. Warga Kabupaten Kepulauan Talaud juga merasakan guncangan dengan intensitas lemah selama 2 hingga 3 detik. Meski anomali tinggi muka air laut sejauh ini masih dalam kategori minor, BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah pesisir dengan status siaga dan waspada tetap hati-hati.
”Mulai dari warga pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh,” ucap dia.
Peringatan itu disampaikan karena frekuensi gempa susulan bermagnitudo besar masih terus terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. BNPB meminta warga tetap berada di titik lokasi yang aman, menjauhi area pantai serta struktur bangunan yang retak, dan selalu mematuhi instruksi serta pemutakhiran informasi resmi dari petugas di lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022