Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 19.22 WIB

Di Mata Masyarakat ASN Kemenag Dicap Sebagai Malaikat, Menag Ingatkan Pegawainya Minimal Tidak Seperti Iblis

Menag Nasaruddin Umar. (Kemenag) - Image

Menag Nasaruddin Umar. (Kemenag)

JawaPos.com - Di depan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru Kementerian Agama (Kemenag), Menag Nasaruddin Umar menyampaikan banyak pesan. Diantaranya soal etika atau gaya hidup. Dia menegaskan masyarakat menaruh ekspektasi yang tinggi kepada pegawai Kemenag. 

Pesan itu disampaikan Nasaruddin dalam pembukaan Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK 2025 Kemenag di Jakarta (14/7). Dia mengatakan ekspektasi masyarakat kepada ASN atau pegawai Kemenag adalah sosok malaikat. 

Dia mengakui malaikat dengan manusia itu berbeda. Manusia tidak akan bisa jadi malaikat. "Kita tidak akan bisa jadi malaikat. Minimal jangan menjadi iblis," katanya. 

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyampaikan ASN Kemenag tugasnya tidak hanya di kantor saja. Ketika hidup di tengah masyarakat, juga banyak tuntutan tanggung jawab dari masyarakat. Termasuk juga menjaga sikap, perilaku, serta gaya hidup. 

Dia mengingatkan ASN Kemenag jangan suka pakai celana pendek. "Kalau sedang di masjid menggunakan jins, kemudian diminta jadi imam, (terlihat) geli," tuturnya. Nasaruddin menegaskan sebagai ASN di lembaga yang mengandung kata Agama, maka harus bisa menjadi contoh masyarakat. 

Nasaruddin juga menyampaikan ASN Kemenag harus jadi orang yang beriman. Menurut dia, manusia yang beriman itu akan berbuat amanah atau bisa dipercaya. Orang yang beriman tidak akan berbuat jahat, termasuk korupsi. Dia juga menambahkan, ASN Kemenag yang beriman tidak akan takut saat lewat di depan gedung KPK, Kepolisian, atau bahkan Kejaksaan Agung. 

"Sebaliknya orang yang tidak beriman akan gemetar saat lewat di depan kantor polisi, KPK, atau kejaksaan," kata dia. Nasaruddin menegaskan Kemenag bukan kumpulan Superman. Tetapi kumpulan orang yang bisa bekerja secara super tim. 

Kegiatan latsar dan orientasi itu merupakan program wajib bagi ASN baru Kemenag. Sebagai bentuk pembekalan awal sebelum menjalankan tugas sebagai abdi negara. Tujuannya adalah membentuk ASN yang berintegritas, profesional, serta mampu menjadi pelayan publik yang responsif dan terpercaya.

"Menjadi ASN bukan sekedar profesi tetapi amanah di pundak untuk melayani umat dengan semangat yang tinggi," kata Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag Muhammad Ali Ramdhani. Dia mengatakan dalam menjalankan tugas negara layanan dengan hati tulus, penuh cinta, responsif terhadap kebutuhan umat dan perubahan zaman dan integritas tanpa kompromi. 

Total peserta kegiatan ini mencapai 88.676 orang, terdiri dari 17.221 CPNS (260 peserta klasikal dan 16.961 secara daring) dan 71.455 PPPK yang seluruhnya mengikuti pelatihan secara daring. Para peserta ini berkumpul di titik-titik lokasi pelatihan yang tersebar di kantor Kemenag pusat, provinsi, kabupaten atau kota, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Balai Diklat Keagamaan, Loka Diklat Keagamaan, dan Asrama Haji.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore