Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 21.41 WIB

Anak Diplomat Arya Daru Mainkan Lagu Perpisahan di Depan Jenazah Ayahnya, Kemenlu: Sering Evakuasi WNI hingga Bantu Anak Terlantar

Kerabat mengusung peti jenazah Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda Kemenlu RI, di rumah duka di Jalan Munggur, Jomblang, Janti, Banguntapan, Bantul, kemarin (9/7). (Guntur Aga) - Image

Kerabat mengusung peti jenazah Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda Kemenlu RI, di rumah duka di Jalan Munggur, Jomblang, Janti, Banguntapan, Bantul, kemarin (9/7). (Guntur Aga)

JawaPos.com – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kediaman di Jalan Munggur Nomor 6, Jomblang, Janti, Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7). Jenazah Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan meninggal dunia secara tragis di Jakarta Pusat, akhirnya tiba di rumah duka sekitar pukul 15.42 WIB.

Dilansir dari Radar Jogja (JawaPos Group), kedatangan jenazah Arya disambut isak tangis. Begitu tiba, jenazah langsung dibawa masuk untuk disalatkan. Karena banyaknya pelayat yang datang, prosesi salat jenazah dilakukan dalam beberapa kloter. Keluarga, kerabat, rekan kerja, hingga warga sekitar memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang diplomat muda yang dikenal berdedikasi dan berhati lembut.

Deretan karangan bunga turut membanjiri sepanjang jalan menuju rumah duka. Belasan papan belasungkawa itu datang dari berbagai kalangan, tanda bahwa kepergian Arya meninggalkan luka mendalam di banyak hati.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI Judha Nugraha yang hadir langsung ke rumah duka, memberikan pidato penuh emosional mengenang sosok Arya.

“Mas Daru bergabung di Kementerian Luar Negeri sejak 2014. Kami menyaksikan sendiri bagaimana ia membantu anak-anak terlantar, mengevakuasi WNI, dan selalu peduli pada sesama,” ujar Judha dengan suara bergetar menahan tangis Rabu (9/7).

Tak hanya itu, momen paling mengharukan terjadi ketika Alarik Almajid Pangayunan, anak kedua almarhum, mempersembahkan permainan piano sebagai salam perpisahan terakhir kepada sang ayah. Alarik diketahui mewarisi darah seni dari Arya.

Sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah diberangkatkan ke lokasi pemakaman di Sunthen, Jomblang, Banguntapan, Bantul, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah duka.

"Perjalanan ke pemakaman sekitar tiga kilo arah selatan dari sini," ungkap Meta Bagus, kakak ipar almarhum.

Prosesi pemberangkatan berlangsung dalam suasana penuh duka. Tangis para pelayat pecah saat jenazah dimasukkan ke dalam mobil ambulans.

Sebelumnya, kematian Arya menjadi sorotan setelah jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuh Arya terbungkus selimut dan kepalanya terikat lakban, tergeletak di atas kasur kamar 105 Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil No 22, Menteng, Jakarta Pusat. 

Hingga kini polisi masih mendalami penyebab kematian Arya, apakah merupakan korban pembunuhan atau ternyata bunuh diri.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore