Ilustrasi elaksanaan MBG di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia telah diberikan kepada setara dengan penduduk di Singapura.
Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN), Redy Hendra Gunawan mengatakan hal itu akan tercapai apabila nantinya penerima MBG sudah mencapai hampir 7 juta pada pekan depan.
"Badan Gizi Nasional di pekan depan akan ada penambahan penerima manfaat sejumlah 1,2 juta sehingga total yang akan kami layani di pekan depan itu totalnya sudah hampir 7 juta penerima manfaat. Ini sudah melebihi dari total penduduk Singapura," kata Redy Hendra Gunawan dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/7) sore.
Untuk diketahui, mengutip Reuters, jumlah penduduk Singapura per Juni 2023 mencapai 5,9 juta orang, naik dari 5,6 juta jiwa pada Juni tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 61 persen merupakan warga negara Singapura, 9 persen merupakan penduduk tetap, dan 30 persen merupakan warga negara asing yang bekerja atau belajar di negara tersebut.
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 30 Juni 2025 baru menghabiskan Rp 5 triliun, atau 7 persen dari total anggaran yang disiapkan dalam APBN 2025 sebesar Rp 71 triliun.
"Untuk makan bergizi gratis sampai dengan Juni yaitu bulan ke-6, realisasi dari jumlah penerima manfaat mencapai 5,58 juta orang. Sedangkan dari sisi realisasi anggaran adalah Rp 5 triliun atau dalam hal ini baru 7 persen dari Rp 71 triliun yang ada di dalam APBN kita," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/7).
Lebih lanjut, Menkeu menyebut untuk realisasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur umum yang beroperasi sampai dengan 30 Juni 2025 tercatat mencapai 1.863 unit. Menkeu menilai, realisasi ini masih terus akan berjalan mengingat target penerima manfaat di tahun 2025 adalah mencapai 82,9 juta penerima manfaat dengan total dapur umum mencapai 30.000 unit.
"Maka masih akan dibutuhkan upaya keras untuk bisa mencapai pada 6 bulan terakhir," bebernya.
Menkeu juga menyampaikan total anggaran program MBG yang disiapkan senilai Rp 71 triliun, dapat dimanfaatkan dan diterima oleh 15,5 juta anak sekolah dan 2,4 juta ibu hamil dan menyusui.
"Realisasinya sampai hari ini adalah penerimanya baru 5,58 juta orang, dari 17,9 juta yang ditargetkan. Sedangkan angkanya adalah Rp 5 triliun dari Rp 71 triliun. Ini masih, Presiden mengharapkan agar pelaksanaan makan bergizi gratis akan mencakup 82,9 juta orang dan 30.000 SPPG. Jadi, ini akan menjadi tantangan di semester kedua," paparnya. (*)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
