
Tim SAR Gabungan memulai kembali pencarian korban hilang pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. (Basarnas)
JawaPos.com - Basarnas mencatat masih ada 29 korban hilang pasca insiden tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya.
Untuk itu, operasi pencarian puluhan korban hilang tersebut dilanjutkan oleh Basarnas bersama Tim SAR Gabungan hari ini.
Berdasar data terakhir sampai Jumat malam (5/7), jumlah korban selamat dari kecelakaan kapal yang terjadi pada Rabu malam (2/7) sebanyak 30 orang. Sementara korban meninggal dunia sudah ada 6 orang. Sehingga korban yang belum ditemukan sebanyak 29 orang.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R. Eko Suyatno menyampaikan bahwa upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan selalu dimulai pukul 07.00 WIB. Pencarian tersebut dilakukan di lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.
”Pencarian di laut dilakukan di wilayah perairan Selat Bali, dari utara hingga selatan,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pencarian juga dilakukan melalui udara dengan mengerahkan tiga unit SRU udara. Mereka melakukan pencarian dari utara menuju selatan. Kemudian SRU darat menyisir beberapa lokasi di pesisir selat Bali. Baik dari pesisir di wilayah Ketapang maupun Gilimanuk.
Basarnas mengakui bahwa mereka sudah mendapat informasi dari Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia terkait seorang WNA asal Malaysia yang dikabarkan menjadi salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Dia menyampaikan bahwa penelusuran sudah dilakukan bersama aparat kepolisian.
Eko menyampaikan bahwa WNA Malaysia yang diduga menaiki travel dari Banyuwangi ke Bali itu tidak terdaftar dalam manifest penumpang travel.
Pihaknya sudah memastikan informasi tersebut dengan menelusuri nomor polisi mobil travel yang ikut dalam pelayaran KMP Tunu Pratama Jaya.
”Setelah ditelusuri, kami menemukan data dari nomor polisi kendaraan tersebut memang menjadi salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Namun dari 8 nama dalam manifest travel itu, tidak terdapat nama WNA yang dimaksud,” imbuh Eko.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
