Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 04.58 WIB

Berbeda dengan Juliana Marins, Pendaki Asal Malaysia Selamat Usai Jatuh di Gunung Rinjani

Pendaki Malaysia Nazli Bin Awang Mahat, 47, jatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Instagram Antaranews) - Image

Pendaki Malaysia Nazli Bin Awang Mahat, 47, jatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Instagram Antaranews)

JawaPos.com - Dua hari selang evakuasi pendaki asal Brazil, Juliana De Souza Pereira Marins, selesai pada Rabu malam (25/6), seorang pendaki asal Malaysia jatuh di Gunung Rinjani pada Jumat sore (27/6). Namun pendaki bernama Nazli Bin Awan Mahat tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Berdasar informasi yang disampaikan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nazli mengalami kecelakaan di jalur pendakian Gunung Rinjani. Persisnya pada trek menuju Danau Segara Anak. Dia jatuh hingga mengalami sejumlah luka pada tubuhnya. 

”Setelah melakukan validasi data, sekitar pukul 15.22 WITA, kepala Resort sembalun melakukan koordinasi dengan tim evakuasi untuk selanjutnya segera mempersiapkan dan mengumpulkan peralatan evakuasi serta logistik yang diperlukan,” tulis akun tersebut.

Persis pukul 16.00 WITA, tim evakuasi berjumlah 8 orang termasuk tenaga medis berangkat menuju lokasi korban. Evakuasi korban pun berjalan dengan lancar. Pada pukul 08.30 WITA hari ini (28/6) korban sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sembalun. 

”Kondisi korban atas nama Nazli Bin Awan Mahat sudah stabil dan telah dapat melakukan aktivitas,” ungkap akun itu. 

Berbeda dengan Juliana, saat terjatuh Nazli tidak sampai terperosok ke dalam jurang. Dia bisa langsung diselamatkan oleh tim evakuasi, pendaki lain, dan porter di Gunung Rinjani. Penanganan darurat terhadap Nazli juga bisa langsung dilakukan di lokasi insiden.

Sementara Juliana yang mengalami insiden pada Sabtu pekan lalu (21/6), terjatuh hingga terperosok ke dalam jurang dengan ketinggian mencapai 600 meter. Alhasil, evakuasi harus dilakukan secara cermat dan hati-hati. Selain itu, medan berat yang curam ditambah kondisi cuaca yang kerap berkabut, evakuasi Juliana butuh waktu lima hari. 

Berdasar hasil otopsi Tim Dokter Spesialis Forensik di Rumah Sakit Bali Mandara, Juliana meninggal dunia hanya dalam waktu 20 menit setelah jatuh. Dia mengalami pendarahan hebat pada bagian rongga dada. Karena itu, pendaki berusia 27 tahun itu kehilangan nyawa. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore