Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Juni 2025 | 18.21 WIB

34,6 Juta Pasangan di Indonesia Tinggal Serumah tapi tak Punya Buku Nikah, Kemenag Gelar Nikah Massal Gratis 100 Pasangan: Bukan untuk Poligami!

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka rangkaian perayaan Tahun Baru Muharram 1447 H di Car Free Day Jakarta (22/6). (Humas Kemenag) - Image

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka rangkaian perayaan Tahun Baru Muharram 1447 H di Car Free Day Jakarta (22/6). (Humas Kemenag)

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) membuat banyak agenda menyambut Tahun Baru Muharram 1447 Hijriyah.

Di antaranya adalah nikah massal yang akan diikuti 100 pasangan. Kegiatan nikah ini dikhususkan bagi pasangan baru, bukan untuk yang menikah lagi atau poligami. 

Rangkaian gebyar Muharram tersebut diawali dengan Syiar Muharram 1447 Hijriyah di ajang Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu (22/6). Acara ini dipimpin langsung oleh Menag Nasaruddin Umar. Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.500 peserta.

Nasaruddin mengulas alasan mengapa hijrah dipilih sebagai penanda awal penanggalan Islam.

Dia menjelaskan, penetapan awal tahun Hijriah ditetapkan melalui kesepakatan para sahabat dan para gubernur, dalam sebuah pertemuan atau musyawarah resmi. 

Mereka sepakat bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah menjadi tonggak penting lahirnya tatanan masyarakat yang berkeadilan dan majemuk.

Saat itu para sahabat Rasulullah SAW tidak menjadikan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad, turunnya Alquran (Nuzulul Quran), maupun Isra Mi’raj sebagai acuan penanggalan Islam. Hal ini karena peristiwa itu bersifat khusus bagi umat Islam.

Untuk itu Nasaruddin mengatakan peringatan Tahun Baru Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai tradisi keagamaan umat Islam. Tetapi juga sebagai simbol kebebasan, keadilan, dan kesetaraan bagi seluruh elemen masyarakat.

“Yang kita lakukan pada pagi hari ini adalah pesta kebersamaan. Kita merayakan perbedaan," katanya. 

Imam besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, hijrah itu milik semua agama, etnik, dan komponen masyarakat. Sebagaimana terjadi di Madinah pada masa Rasulullah. "Inilah makna hijrah yang ingin kita wariskan,” ujar Nasaruddin. 

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad, menambahkan kegiatan CFD Syiar Muharam kali ini mengusung tema besar Damai Bersama Manusia dan Alam.

Tema ini lahir dari kesadaran bahwa ajaran Islam mengajarkan manusia untuk hidup rukun dengan sesama dan menjaga lingkungan.

Ada dua agenda utama dilaksanakan pada CFD Syiar Muharam. Yaitu pembagian bibit pohon secara simbolis oleh Menag kepada peserta. Sebagai pengingat bahwa menanam pohon adalah bentuk ibadah dan wujud kepedulian terhadap bumi.

Kemudian Syiar Muharam di CFD yang membawa semangat baru dalam merayakan Tahun Baru Islam di ruang publik secara ceria, terbuka, dan inklusif.

Dakwah sosial seperti ini menjadi upaya menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara ramah.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore