
Proses penanganan ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines pada Selasa (17/6). (TNI)
JawaPos.com - Ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines rute penerbangan Jeddah-Jakarta mendapat atensi langsung dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dia memerintahkan pasukan khusus TNI, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU, untuk memastikan pesawat tersebut benar-benar aman dari segala ancaman.
”Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memerintahkan satuan jajaran TNI untuk memberikan dukungan penuh kepada otoritas keamanan dan penerbangan sipil dalam menjamin keselamatan seluruh penumpang, serta memastikan kondisi pesawat dan penumpang benar-benar aman dari segala bentuk ancaman,” kata Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi.
Menurut Kristomei, panglima TNI memerintahkan agar anak buahnya secara ketat memantau situasi dan memastikan bahwa upaya penanganan dilakukan secara profesional, cepat, aman, dan terkoordinasi dengan baik.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh Mabes TNI, pesawat tersebut membawa 442 penumpang yag merupakaan jamaah haji dan 18 awak pesawat.
”Seluruhnya telah berhasil dievakuasi dengan aman ke lokasi isolasi sementara di Gedung G1 bandara. Saat ini sterilisasi menyeluruh terhadap penumpang, barang bawaan, dan pesawat terbang terus dilaksanakan,” terangnya.
TNI mengambil langkah tersebut, setelah mengetahui adanya laporan soal ancaman bom yang diterima oleh pilot. Pesawat yang seharusnya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara (Sumut).
”Pengalihan dilakukan setelah pilot menerima email berisi ancaman teror bom. TNI segera melakukan koordinasi dengan seluruh aparat terkait, baik dari unsur TNI AU, kepolisian, dan unsur keamanan bandara, untuk memastikan penumpang dan awak pesawat dalam keadaan aman,” imbuhnya.
Kopasgat TNI AU, lanjut Kristomei, langsung mengerahkan Satu Satuan Setingkat Peleton untuk mendukung proses pengamanan bandara.
Selain TNI AU, turut dikerahkan personel dari TNI AD sebagai tim jihandak. Mereka berasal dari Yonzipur 1/DD dan Satu Satuan Setingkat Peleton dari Yonif 121/MK sebagai pasukan cadangan dalam mendukung upaya sterilisasi dan pengamanan perimeter.
”Koordinasi intensif dilakukan antara TNI, Polri, otoritas bandara, serta aparat intelijen dan keamanan lainnya. TNI AU juga mempersiapkan dukungan pesawat militer sebagai antisipasi bila diperlukan untuk mengevakuasi penumpang dari Bandara Kualanamu ke Jakarta,” terang Kristomei.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
