
Jenazah Serka Segar Mulyana dibawa menuju pesawat. Almarhum menjadi korban aksi kekerasan yang dilakukan oleh OPM di Yahukimo pada Senin (16/6). (TNI)
JawaPos.com - Markas Besar TNI AD di Jakarta turut memonitor peristiwa penembakan Serka Segar Mulyana oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Yahukimo, Papua Pegunungan pada Senin (16/6).
Akibat serangan itu, prajurit yang sehari-hari berdinas di Kodim 1715/Yahukimo tersebut meninggal dunia. Angkatan Darat mengecam tindakan OPM.
”Kami mengecam keras tindakan biadab ini, dan saat ini aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku agar bisa diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada ruang dan toleransi bagi setiap aksi kekerasan oleh OPM,” kata Kadispenad Brigjen Wahyu Yudhayana kepada awak media.
Wahyu menyampaikan bahwa TNI AD bersama masyarakat di Papua akan terus menjalankan tugas-tugas pertahanan negara dan mendukung upaya-upaya kemanusiaan dalam ikhtiar peningkatan kesejahteraan.
Dia memastikan, serangan OPM di Yahukimo tidak akan menyurutkan semangat pengabdian para prajurit TNI AD untuk negara dan masyarakat.
”TNI Angkatan Darat menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaik kami, Serka SM, yang bertugas sebagai Bintara Kesehatan di Kodim 1715/Yahukimo,” ungkap Wahyu.
Serka Segar mengalami luka tembak pada bagian dada. Aparat keamanan juga mendapati sejumlah luka akibat serangan benda tajam pada jenazah korban. Saat diserang oleh OPM, korban tengah mengantarkan obat untuk sesama prajurit TNI AD yang sedang sakit.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bahwa mereka berada di balik penembakan personel Kodim 1715/Yahukimo Serka Segar Mulyana.
Berdasar keterangan dari Jubir TPNPB-OPM Sebby Sebby Sambom, penembakan itu dilakukan oleh anggota OPM Kodap XVI Yahukimo.
”Bahwa Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo telah melakukan penembakan terhadap pasukan keamanan Indonesia serta agen intelijen militer pemerintah indonesia,” imbuhnya.
Sebby menyebut, aksi OPM hari ini terjadi di dua lokasi yang berbeda. Yakni Jembatan Kali Biru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo yang menyebabkan Serka Segar Mulyana meninggal dunia.
Ada pula aksi lainnya yang juga berlangsung di wilayah Dekai. Mereka mengaku aksi tersebut sudah direncanakan oleh TPNPB-OPM. ”Kami siap bertanggung jawab atas penembakan tersebut,” kata Sebby.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
