
Pesulap merah (kiri) bersama Samsudin. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Sebanyak 100 warga binaan kategori high risk pengedaran narkoba di wilayah Sumatera Utara dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah, pada Sabtu (14/6). Kekini, sudah sebanyak 1.000 warga binaan yang dipindahkan ke Lapas Super Maximum dan Maximum Security di Lapas Nusakambangan.
“Total sudah sekitar 1000 warga binaan telah dipindahkan ke Lapas Super Maximum dan Maximum Security. Ini juga merupakan bentuk implementasi progresif akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakataan, yaitu memberantas narkoba di Lapas dan Rutan,” kata Kasubdit Kerjasama dan Pelayanan Publik Ditjenpas,
Rika Aprianti kepada wartawan, Minggu (15/6).
Rika menjelaskan, pemindahan napi kategori high risk pengedar narkoba ke Lapas Nusakambangan untuk membersihkan seluruh Lapas dan Rutan dari praktik barang haram tersebut. Sehingga diharapkan, para narapidana yang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan dapat berprilaku lebih baik.
“Target yang kami ingin capai adalah berkurang hingga zero peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan yang juga berdampak ke masyarakat. Namun di sisi lain warga binaan yang dipindahkan ini juga diharapkan dapat berubah perilakunya menjadi lebih baik setelah diterapkan pengamanan yang tepat dan pembinaan di Lapas Nusakambangan,” tegasnya.
Rika memastikan, warga binaan yang dipindahkan ke Nusambangan tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal itu setelah dilakukan proses penyidikan, penyelidikan dan assesment.
“ini adalah bagian dari implementasi tujuan dari sistem pemasyarakatan, yang utama adalah mereka dapat menyadari kesalahannya dan tidak melakukannya lagi, apalagi sampai berpengaruh negatif terhadap lingkungan lapas di mana mereka tinggal," ucapnya.
Ia menegaskan, Ditjen PAS tidak akan memberikan ampun terhadap peredaran narkoba dan handphone di dalam Lapas.
Lebih lanjut, Rika pun berharap agar pada saatnya warga binaan kembali ke masyarakat menjadi insan yang menyadari kesalahannya, tidak mengulangi kesalahan, dan dapat berkontribusi aktif, mandiri untuk kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, sesuai dengan tujuan Pemasyarakatan.
"Tidak ada ampun untuk itu, berkali-kali Pak Menteri IMIPAS menyampaikan sepertii itu, zero narkoba dan HP adalah harga mati," pungkasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
