Pelaksanaan pemindahan napi ke Nusakambangan. Istimewa
JawaPos.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto bakal melanjutkan program pemindahan ribuan narapidana pada tahun depan. Hal ini dilakukan dalam rangka menekan angka pelanggaran, terutama peredaran narkotika yang dikendalikan di dalam lapas.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya mengurai persoalan kelebihan kapasitas lapas, sekaligus memperketat pengawasan terhadap napi dan oknum petugas yang menyimpang.
Agus menegaskan, meski tidak seluruh kasus narkotika selalu melibatkan lapas, pemerintah mengakui masih adanya praktik pengendalian kejahatan dari balik jeruji.
“Bukan selalulah, masih ada kita akui (kasus pengendalian narkotika dari lapas),” kata Agus usai kegiatan refleksi akhir tahun Kemenimipas di Aula Inspektorat Kemenimipas, Jakarta, Senin (29/12).
Dia menyampaikan, pemerintah telah melakukan langkah konkret dengan memindahkan lebih dari 1.800 narapidana berisiko tinggi ke Nusakambangan. Para napi tersebut dinilai memiliki potensi besar terlibat dalam jaringan peredaran narkotika maupun kejahatan lain dari dalam lapas.
“Dan kami melakukan upaya-upaya mencegah peredaran narkotika di dalam Lapas. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Sekjen bahwa lebih 1.880 orang kami pindahkan ke Nusa Kambangan. Ini mereka-mereka yang beresiko tinggi menjadi bagian yang peredaran narkotika dari dalam Lapas,” ujarnya.
Menurut Agus, kebijakan pemindahan ini tidak hanya menyasar pelaku narkotika, tetapi juga narapidana kasus kejahatan lain yang berpotensi merusak ketertiban lapas.
“Termasuk pelaku-pelaku penipuan yang di Lapas. Ini bukan pekerjaan mudah. Pindahkan 1.800 lebih orang itu tidak mudah ke Nusa Kambangan,” tegasnya.
Agus mengakui, dinamika penegakan hukum membuat lapas terus dihadapkan pada tantangan baru. Penangkapan pengedar narkotika oleh kepolisian dan BNN menyebabkan jumlah narapidana terus bertambah, termasuk yang kemudian masuk ke dalam lapas.
“Namun dalam penegakan hukum yang dilaksanakan oleh kepolisian maupun BNN, dinamikanya jalan terus. Mereka menangkap pengedar dan pelaku selama periode mereka berjalan. Sehingga di dalam Lapas selalu ada yang baru,” katanya.
Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus melakukan penindakan secara konsisten, tidak hanya kepada narapidana, tetapi juga terhadap pegawai lapas yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Namun tadi yang sudah kami sampaikan bahwa kita punya komitmen untuk terus melakukan upaya penindakan. Bukan hanya kepada mereka, tapi kepada pegawai yang melakukan penyimpangan juga kita lakukan penindakan tergantung,” ujar Agus.
Agus optimistis langkah-langkah tersebut mulai menunjukkan hasil.
“Ini mudah-mudahan ini akan mengurang. Saya yakin ini juga sudah banyak perkurangan,” ucapnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
