Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 20.15 WIB

Prabowo dan Megawati Duduk satu Meja Jelang Upacara Hari Lahir Pancasila, Tunjukkan Keharmonisan pemimpin Bangsa

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Ri Megawati Soekarnoputri duduk satu meja menjelang upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (2/6/2025). (Tim dokumentasi Prabowo) - Image

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Ri Megawati Soekarnoputri duduk satu meja menjelang upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (2/6/2025). (Tim dokumentasi Prabowo)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tampak berbincang akrab menjelang upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin pagi (2/6).

Momen kebersamaan kedua tokoh itu menjadi sorotan, mencerminkan keharmonisan antartokoh bangsa dalam suasana kenegaraan yang khidmat.

Prabowo dan Mega duduk saling berhadapan di sebuah meja oval panjang bersama sejumlah pejabat negara.

Di sisi kanan Prabowo terlihat Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka duduk di sisi kirinya.'

Sementara, Megawati hadir dengan balutan kemeja putih lengan panjang, duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.

Dalam satu momen, Prabowo berpindah tempat duduk untuk duduk tepat di sebelah Megawati, menunjukkan suasana cair dan penuh rasa saling menghormati. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga tampak terlibat dalam perbincangan hangat tersebut.

Menjelang pelaksanaan upacara, Megawati juga tampak berjalan di samping Prabowo, diapit oleh Wakil Presiden Gibran saat menuju mimbar kehormatan. Upacara tahun ini mengusung tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya."

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya memberantas kemiskinan, korupsi, dan segala bentuk penyimpangan dalam upaya memperkuat bangsa.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia bisa tumbuh menjadi negara yang kuat dan sejahtera jika terbebas dari manipulasi dan penipuan.

"Tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia, tidak boleh ada kelaparan di Indonesia. Mari kita bersatu. Jangan ragu-ragu, melihat pejabat, pemimpin melanggar, laporkan!" tegasnya.

Kepala Negara juga mendorong rakyat untuk berani memanfaatkan teknologi dalam mengawasi para pejabat dan menolak segala bentuk penyelewengan.

"Sekarang kita punya teknologi. Setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget. Kalau ada bukti, segera siarkan. Jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya," ujarnya.

Selain itu, Prabowo mengingatkan agar rakyat tidak mudah terpecah belah oleh provokasi pihak asing.

Ia menyebut masih ada kekuatan luar yang mencoba mendanai organisasi untuk memecah belah rakyat Indonesia.

"Perbedaan jangan menjadi sumber gontok-gontokan. Ini selalu yang diharapkan oleh kekuatan-kekuatan asing yang tidak suka Indonesia kuat, tidak suka Indonesia kaya," imbuhnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore